PemerintahanPendidikan

Gubernur Khofifah Terima Dubes Yaman, Bahas Penguatan Kerja Sama Pendidikan, Perdagangan dan Budaya

382
×

Gubernur Khofifah Terima Dubes Yaman, Bahas Penguatan Kerja Sama Pendidikan, Perdagangan dan Budaya

Share this article

BENERBARENG.IDSURABAYA – Khofifah Indar Parawansa menerima Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Yaman untuk Indonesia, Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (18/5). Pertemuan tersebut membahas langkah strategis penguatan hubungan antara Jawa Timur dan Yaman di sektor pendidikan, perdagangan hingga kebudayaan.

Dalam pertemuan itu, Gubernur Khofifah menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyambut baik inisiatif penguatan hubungan kedua wilayah melalui penjajakan kerja sama investasi, pendidikan, perdagangan dan budaya.

“Beliau bersama tim telah mendiskusikan beberapa hal strategis untuk ditindaklanjuti kerja sama teknis di sektor pendidikan, perdagangan dan budaya. Namun prosesnya tentu sesuai rekomendasi Kementerian Luar Negeri, Kementerian Dalam Negeri dan DPRD Provinsi Jawa Timur,” kata Khofifah.

Khofifah menjelaskan hubungan perdagangan antara Jawa Timur dan Republik Yaman menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Pada periode 2021–2025, nilai ekspor Jawa Timur ke Yaman mengalami pertumbuhan rata-rata 24,08 persen per tahun.

Pada 2025, nilai ekspor Jawa Timur ke Yaman mencapai sekitar USD 14,6 juta. Komoditas utama yang diekspor meliputi olahan tepung sebesar USD 5,8 juta, sabun dan preparat pembersih USD 3,69 juta, kertas dan karton USD 1,5 juta serta produk kaca, makanan olahan, perlengkapan listrik dan hasil perikanan.

Sementara itu, nilai impor Jawa Timur dari Yaman tercatat sebesar USD 1,97 juta sehingga menghasilkan surplus perdagangan bagi Jawa Timur sekitar USD 12,63 juta.

Menurut Khofifah, potensi penguatan kerja sama perdagangan masih sangat besar. Ia menyebut kedekatan budaya antara masyarakat Indonesia dan Yaman tercermin dari sejumlah istilah makanan Indonesia yang juga dikenal di Yaman seperti gado-gado, nasi goreng, rujak, sambal hingga mie instan.

See also  Pemprov Jatim dan DPRD Sepakati Dua Raperda Strategis, Gubernur Khofifah Dorong Transformasi BUMD Migas dan Penguatan Ekonomi Kreatif

“Betapa persaudaraan antara Indonesia dan Yaman terutama Provinsi Hadramaut sudah begitu kuat berjalan luar biasa,” ujarnya.

Khofifah juga menyoroti eratnya hubungan historis dan budaya antara masyarakat Jawa Timur dengan komunitas Hadramaut yang telah terjalin sejak berabad-abad lalu melalui perdagangan maritim, penyebaran ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman.

Keberadaan komunitas Arab-Hadhrami di kawasan Kawasan Ampel disebut menjadi simbol kuat hubungan sejarah tersebut. Nilai persaudaraan, toleransi dan kontribusi sosial dari komunitas Hadhrami dinilai menjadi bagian penting perkembangan masyarakat Jawa Timur.

Selain perdagangan dan budaya, sektor pendidikan juga menjadi fokus pembahasan. Khofifah mengatakan hubungan pendidikan antara Indonesia dan Yaman sangat erat, terutama dalam pendidikan keagamaan. Ke depan, peluang pertukaran mahasiswa antara Jawa Timur dan Yaman diharapkan semakin terbuka.

“Menjadi bagian penting membangun pendidikan terutama di sektor jurusan agama tetapi bahwa mereka mendapatkan penguatan bagaimana moderasi di antara komunitas dimana mereka akan mengabdikannya,” jelasnya.

Sementara itu, Dubes Yaman untuk Indonesia, Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh, menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ia menegaskan hubungan antara Provinsi Hadramaut dan Jawa Timur bukan sekadar hubungan diplomatik biasa, tetapi sudah seperti saudara kandung karena banyak masyarakat Yaman yang bermigrasi dan berkontribusi besar di Indonesia.

“Mereka mempunyai peran yang begitu besar di negeri ini maka sekarang kita ingin membangun kembali hubungan tersebut baik di sektor pendidikan, kebudayaan dan ekonomi. Semoga semua rencana ini dapat tercapai,” pungkasnya. (PVA)