BENERBARENG.ID – JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap dilanjutkan dan tidak masuk dalam agenda penghentian maupun pembubaran. Menurutnya, program tersebut merupakan salah satu janji politik utama Presiden Prabowo Subianto yang telah disiapkan sejak masa kampanye Pemilihan Presiden 2024.
Pernyataan itu disampaikan Sudaryono saat memberikan keterangan kepada awak media di Gedung Badan Gizi Nasional, Jakarta, Rabu (23/7/2026).
Ia menjelaskan bahwa BGN tidak memiliki kewenangan untuk menghentikan program MBG karena merupakan program strategis yang menjadi prioritas pemerintah pusat.
“MBG adalah tender politiknya Presiden Prabowo. Direncanakan jauh-jauh hari, disampaikan di momen kampanye, dan kemudian beliau terpilih jadi presiden. Yang kita lakukan fokusnya adalah perbaikan tata kelola, menyediakan gizi yang baik dan aman bagi anak-anak kita,” ujar Sudaryono.
Menurutnya, evaluasi yang dilakukan pemerintah saat ini bukan untuk menghentikan program, melainkan meningkatkan kualitas pelaksanaan di lapangan agar manfaatnya semakin optimal.
Sudaryono menegaskan, Program MBG memiliki dua tujuan utama. Pertama, meningkatkan kualitas gizi anak-anak dan masyarakat sebagai upaya membangun sumber daya manusia yang lebih sehat. Kedua, mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah melalui pemberdayaan petani, peternak, nelayan, UMKM, serta rantai pasok pangan lokal yang terlibat dalam penyediaan makanan bergizi.
Ia berharap seluruh pihak mendukung upaya penyempurnaan tata kelola sehingga program dapat berjalan lebih efektif, aman, dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang mulai dijalankan secara bertahap di berbagai daerah dengan sasaran utama peserta didik dan kelompok rentan.
Sumber: Keterangan Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono di Gedung BGN, Jakarta, Rabu (23/7/2026), sebagaimana diberitakan Katadata. (GDN)



