BisnisPemerintahanUmum

Green Port Terminal Teluk Lamong: Elektrifikasi hingga Kolaborasi BRIN Jadi Sorotan Kemenhub

359
×

Green Port Terminal Teluk Lamong: Elektrifikasi hingga Kolaborasi BRIN Jadi Sorotan Kemenhub

Share this article

BENERBARENG.IDSURABAYA – Komitmen PT Terminal Teluk Lamong (TTL) dalam mengembangkan konsep Green Port mendapat apresiasi dari Kementerian Perhubungan. Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Teknologi dan Energi, Dr. Capt. Antoni Arif Priadi, M.Sc., saat melakukan kunjungan kerja ke Terminal Teluk Lamong, Kamis (27/8/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung penerapan konsep Green Port, efisiensi energi, digitalisasi, hingga pengelolaan lingkungan yang diterapkan TTL sebagai bagian dari upaya mendukung target Pemerintah Indonesia menuju Net Zero Emission (NZE) pada 2060.
Dalam kunjungannya, Antoni meninjau penerapan elektrifikasi peralatan bongkar muat peti kemas yang digunakan di area dermaga maupun lapangan penumpukan.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi dan transisi menuju energi ramah lingkungan menjadi fondasi penting dalam membangun operasional pelabuhan yang modern sekaligus berkelanjutan.
“Langkah TTL yang secara aktif menyelaraskan kegiatan operasional dengan kebijakan strategis Kementerian Perhubungan merupakan bagian penting dalam mendukung percepatan pencapaian target Net Zero Emission 2060,” ujar Antoni.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi TTL dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam pengayaan keanekaragaman hayati serta pemetaan biota laut di sekitar perairan terminal.
“Pemanfaatan energi ramah lingkungan yang disertai kolaborasi riset ekosistem pesisir bersama BRIN menjadi bukti nyata komitmen TTL menuju Green Port yang modern dan berkelanjutan,” tambahnya.
Andalkan Elektrifikasi dan Energi Terbarukan
Penerapan konsep Green Port di Terminal Teluk Lamong juga didukung dengan penggunaan sejumlah teknologi ramah lingkungan.
Salah satunya melalui fasilitas Shore Connection, yakni sumber listrik dari darat yang dapat digunakan kapal saat bersandar di dermaga. Dengan fasilitas tersebut, kapal dapat mengurangi penggunaan mesin bantu (auxiliary engine) selama berada di terminal sehingga emisi gas buang dan jejak karbon dapat ditekan.
TTL juga mengoperasikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) secara mandiri. Air limbah domestik yang telah melalui proses pengolahan kemudian dimanfaatkan kembali, salah satunya untuk kebutuhan penyiraman tanaman di area terminal.
Selain itu, pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) turut menjadi bagian dari strategi TTL dalam meningkatkan penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) pada sejumlah fasilitas dan gedung di kawasan terminal.
Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan KSOP Utama Tanjung Perak, Arizal Hendrawan, M.Sc., yang turut mendampingi kunjungan, menyampaikan dukungan regulator terhadap pengembangan operasional pelabuhan yang aman, efisien, dan berwawasan lingkungan.
“KSOP Utama Tanjung Perak senantiasa mendukung pemanfaatan energi ramah lingkungan serta berbagai program inovasi dalam pelestarian lingkungan dan peningkatan kualitas operasional di Terminal Teluk Lamong,” tegas Arizal.
Green Port Jadi Bagian Transformasi Operasional

Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong menegaskan, transformasi menuju Green Port merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk membangun operasional terminal yang semakin efisien, modern, dan berkelanjutan.
“TTL terus mendorong pemanfaatan teknologi, elektrifikasi peralatan, penggunaan energi ramah lingkungan, serta penguatan pengelolaan lingkungan sebagai bagian dari transformasi operasional perusahaan,” ujarnya.
Menurutnya, penerapan prinsip keberlanjutan tidak dapat dipisahkan dari upaya meningkatkan kinerja operasional.
“Kami meyakini bahwa operational excellence dan keberlanjutan harus berjalan beriringan untuk mendukung pencapaian target Net Zero Emission 2060,” imbuhnya.
Dalam kunjungan tersebut, Senior Manajer Sistem Manajemen dan HSSE PT Terminal Teluk Lamong, Anang Januriandoko, juga memberikan pemaparan teknis mengenai implementasi Green Port, elektrifikasi peralatan, efisiensi energi, serta berbagai program pengelolaan lingkungan yang telah diterapkan TTL.
Pemanfaatan energi listrik pada peralatan bongkar muat peti kemas, baik di dermaga maupun lapangan penumpukan, menjadi salah satu strategi utama perusahaan untuk menekan carbon footprint sekaligus meningkatkan efisiensi energi secara berkelanjutan.
Berbagai langkah tersebut mempertegas komitmen Terminal Teluk Lamong dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), meningkatkan operational excellence, sekaligus mendukung percepatan target Net Zero Emission 2060.
Dengan transformasi tersebut, TTL menargetkan operasional terminal yang tidak hanya semakin efisien dan modern, tetapi juga mampu tumbuh secara berkelanjutan dan lebih ramah lingkungan. (WPA)

See also  María Corina Machado Guncang Dunia—Dianugerahi Nobel Perdamaian di Tengah Tekanan Rezim Maduro