Ekonomi

Misi Dagang Perdana 2026, Gubernur Khofifah Catatkan Transaksi Rp3,15 Triliun dan Perkuat Integrasi Pasar Jatim–Jateng

381
×

Misi Dagang Perdana 2026, Gubernur Khofifah Catatkan Transaksi Rp3,15 Triliun dan Perkuat Integrasi Pasar Jatim–Jateng

Share this article
Dok humasjatim

BENERBARENG.ID – SEMARANG – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin langsung Misi Dagang dan Investasi Perdana Tahun 2026 antara Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah yang digelar di Ballroom PO Hotel Semarang, Kamis (29/1). Kegiatan strategis ini sukses mencatatkan total komitmen transaksi senilai Rp3.152.408.358.000, sekaligus menegaskan komitmen penguatan integrasi pasar antarwilayah.

Misi dagang ini dihadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, jajaran kepala perangkat daerah Pemprov Jawa Timur dan Jawa Tengah, serta perwakilan dunia usaha dari HIPMI, Kadin, IWAPI, REI, dan Gekrafs dari kedua provinsi.

Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi atas sinergi kuat yang terbangun melalui forum business matching antarpelaku usaha. Menurutnya, transaksi yang tercipta mencerminkan kebutuhan yang saling melengkapi antara Jawa Timur dan Jawa Tengah.

“Matur nuwun semuanya, ini sinergi yang luar biasa. Dari business matching terlihat kebutuhan yang bersifat komplementer. Jawa Timur membutuhkan produk Jawa Tengah, begitu pula sebaliknya. Hingga pukul 17.00 WIB nilai transaksi sudah menembus Rp3,152 triliun lebih,” ujar Khofifah.

Dari total transaksi tersebut, nilai Jatim Jual tercatat sebesar Rp2,759 triliun, Jatim Beli sebesar Rp296,86 miliar, serta Jatim Investasi senilai Rp96 miliar yang difokuskan pada sektor pembangunan perumahan.

Produk yang dijual Jawa Timur ke Jawa Tengah mencakup berbagai komoditas unggulan, antara lain rokok, beras, kopi, tetes/molasses, pakan ikan dan udang, benih tebu, surimi, daging ayam dan sapi, produk olahan daging, susu, gula kristal putih, DOC ayam, fillet dori dan aneka seafood, sapi ternak, benih tanaman pangan dan hortikultura, jagung, produk tekstil, veneer, ikan bandeng asap, benih jagung hibrida, udang dan kulit ikan, hingga pupuk organik cair.

See also  Pemprov Jatim Gandeng Perusahaan Jepang, Drone Dimanfaatkan untuk Penanggulangan Bencana

Sementara itu, dalam skema Jatim Beli, Jawa Timur membeli berbagai produk dari Jawa Tengah seperti kayu bulat, telur ikan, karung, cengkeh, tembakau, katul, minuman botanical seduh, sambal pecel, botol plastik, biji carica, tepung tapioka, tas anyam, dan gula merah tebu. Pola transaksi dua arah ini dinilai mampu mengoptimalkan muatan berangkat dan muatan balik antarwilayah.

“Produk yang diperdagangkan mencerminkan kekuatan dan kebutuhan masing-masing daerah. Inilah bentuk konkret integrasi pasar domestik,” tegas Khofifah.

Sebagai agenda perdana di tahun 2026, misi dagang ini menjadi kelanjutan ikhtiar Pemprov Jawa Timur dalam memperluas pasar dalam negeri, mempertemukan pelaku usaha secara langsung, serta mendukung substitusi impor khususnya bahan baku industri.

Komitmen transaksi terbesar tercatat pada kerja sama Asosiasi Pelaku Usaha Peternakan Jawa Timur dan Jawa Tengah senilai Rp1,13 triliun per tahun, meliputi penjualan daging unggas, daging sapi, susu, telur, olahan daging, DOC ayam, hingga ternak sapi.

Kerja sama strategis lainnya meliputi penjualan gula kristal putih antara PT Sinergi Gula Nusantara (Jatim) dan PT Citra Gemini Mulya (Jateng) senilai Rp300 miliar per tahun, sektor industri hasil tembakau antara GAPERO Jatim dan PT TSPM Jateng senilai Rp192 miliar per tahun, serta transaksi sektor perikanan dan pangan seperti surimi, beras, serta pakan ikan dan udang dengan nilai ratusan miliar rupiah per tahun.

Pada skema muatan balik, Jawa Timur juga melakukan pembelian kayu bulat dari Jawa Tengah melalui Perum Perhutani dengan nilai Rp60,22 miliar per tahun, mempertegas pola perdagangan dua arah yang saling menguntungkan.

Khofifah menegaskan bahwa penguatan perdagangan antarwilayah merupakan bagian dari strategi besar menjaga ketahanan ekonomi daerah. Pada Triwulan III-2025, ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,22 persen (y-on-y), lebih tinggi dari rata-rata nasional 5,04 persen. Dengan PDRB ADHB sebesar Rp867,39 triliun, Jawa Timur menyumbang 14,54 persen terhadap PDB nasional.

See also  Gubernur Khofifah Hadiri Peresmian 166 Sekolah Rakyat oleh Presiden Prabowo di Banjarbaru, Jatim Terbanyak dengan 26 Titik Aktif

Selain itu, Jawa Timur mencatat surplus perdagangan antarwilayah terbesar nasional sebesar Rp209 triliun. Total perdagangan Jawa Timur–Jawa Tengah mencapai Rp47,58 triliun, dengan surplus Jawa Timur sebesar Rp9,05 triliun.

Sejak 2019 hingga Januari 2026, Pemprov Jawa Timur telah menggelar 49 kali misi dagang domestik di 29 provinsi dengan total komitmen transaksi Rp30,52 triliun, serta enam kali misi dagang luar negeri dengan potensi transaksi Rp5,896 triliun.

“Keberhasilan ini menunjukkan daya saing tinggi produk unggulan Jawa Timur. Semangat kolaboratif dengan Jawa Tengah akan terus kami perkuat agar tumbuh dan sejahtera bersama,” pungkas Khofifah.

Misi dagang ini juga ditandai dengan penandatanganan sejumlah Perjanjian Kerja Sama (PKS) antar-OPD dan organisasi dunia usaha kedua provinsi sebagai penguatan sinergi berkelanjutan. (RZK)