Umum

Konten “Mens Rea” Pandji Pragiwaksono di Netflix Jadi Viral, Publik Medsos Terbelah

278
×

Konten “Mens Rea” Pandji Pragiwaksono di Netflix Jadi Viral, Publik Medsos Terbelah

Share this article
https://x.com/pandji

BENERBARENG.ID – JAKARTA, 8 Januari 2026 — Stand-up comedy spesial karya Pandji Pragiwaksono bertajuk Mens Rea kembali menjadi sorotan publik dan viral di media sosial sejak tayang di platform Netflix pada akhir Desember 2025. Konten ini menduduki peringkat nomor satu kategori TV Shows Indonesia dan memicu diskusi luas di ruang digital.

Mens Rea bukan sekadar pertunjukan komedi ringan; Pandji dengan gaya khasnya mengangkat isu-isu sosial dan politik Indonesia, termasuk kondisi demokrasi pascapemilihan umum 2024 dan komentar terhadap sejumlah tokoh publik. Materi ini mengundang reaksi pro dan kontra dari netizen dan figur masyarakat di media sosial. 

Salah satu momen yang memicu perdebatan luas adalah ketika Pandji menyinggung penampilan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dalam bit komedinya, menyebut ekspresinya “terlihat ngantuk”. Pernyataan ini kemudian ramai dikomentari netizen dan bahkan dikaitkan dengan respons emosional publik terhadap kritik terhadap tokoh nasional. 

Sejumlah kritik juga datang dari kalangan selebritas dan profesional, termasuk dokter dan penyanyi Tompi, yang menilai candaan tersebut tidak tepat jika menyentuh aspek fisik seorang tokoh publik. Ia menyebut bahwa menertawakan kondisi fisik bukanlah bentuk kritik yang cerdas.

Selain itu, figur publik lain seperti Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga disebut dalam materi stand-up tersebut sebagai “artis YouTube”, sehingga semakin memperluas ruang diskusi di media sosial.

Netizen di platform seperti Twitter dan forum diskusi juga beragam menanggapi fenomena ini. Beberapa pengguna menyebut Mens Rea sebagai bentuk komedi tajam yang berhasil memadukan hiburan dan refleksi sosial, sementara yang lain mengkritiknya sebagai terlalu kontroversial atau bahkan “kritik kosong”. 

Tanggapan terhadap konten ini juga datang dari tokoh-tokoh di luar dunia komedi. Misalnya, Ustadz Hilmi Firdausi menyarankan agar kritik terhadap Mens Rea disampaikan melalui debat atau konten alternatif alih-alih serangan di media sosial. 

See also  Panas di Laut Karibia: Penyitaan Tanker Venezuela oleh AS Picu Krisis Baru

Tak hanya itu, efek viral dari Mens Rea bahkan memunculkan diskusi lain di jagat digital, seperti infografis yang menyoroti daftar perusahaan milik selebritas lain setelah sindiran Pandji terkait praktik money laundering, yang turut menjadi perbincangan di komunitas online. 

Fenomena popularitas Mens Rea menunjukkan bagaimana konten hiburan dapat menjadi ruang perdebatan publik, terutama ketika menyentuh isu-isu sensitif yang beririsan antara komedi, politik, dan budaya populer. Masyarakat masih terbagi antara yang mengapresiasi keberanian Pandji dalam membuka diskusi melalui komedi dan yang merasa beberapa candaan terlalu provokatif.  (LVM)