Umum

Dekopinwil Jatim 2025–2030 Resmi Dilantik, Khofifah Tekankan Koperasi sebagai Penguat Ekonomi Kerakyatan

266
×

Dekopinwil Jatim 2025–2030 Resmi Dilantik, Khofifah Tekankan Koperasi sebagai Penguat Ekonomi Kerakyatan

Share this article
foto : Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan kembali pentingnya peran koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional saat menghadiri pelantikan Dekopinwil Jawa Timur masa bakti 2025–2030 di Gedung Negara Grahadi, Minggu (15/3).

BENERBARENG.IDSURABAYA – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan kembali pentingnya peran koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional saat menghadiri pelantikan Pengurus Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Timur masa bakti 2025–2030 di Gedung Negara Gedung Negara Grahadi, Minggu (15/3).

Dalam pelantikan tersebut, sebanyak 56 pengurus resmi dikukuhkan sebagai Pengurus Dekopinwil Jawa Timur periode 2025–2030, dengan Slamet Sutanto sebagai Ketua Dekopinwil Jatim.

Dalam sambutannya, Khofifah menekankan bahwa koperasi tidak hanya memiliki nilai ekonomi semata, tetapi juga memiliki akar sejarah serta nilai ideologis yang kuat dalam membangun perekonomian berbasis kebersamaan.

Menurutnya, koperasi harus dibangun sebagai gerakan ekonomi kolektif yang mampu memperkuat ekonomi masyarakat dari bawah sekaligus menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi kerakyatan di daerah.

“Koperasi harus menjadi gerakan ekonomi berbasis kebersamaan yang mampu memperkuat ekonomi masyarakat dari bawah serta memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan di daerah,” ujarnya.

Khofifah menjelaskan, sejarah lahirnya koperasi modern tidak dapat dilepaskan dari berdirinya koperasi pertama di Rochdale, Greater Manchester, Inggris pada tahun 1844. Peristiwa tersebut menjadi tonggak penting perkembangan gerakan koperasi dunia.

Ia mengaku pernah mengunjungi langsung lokasi tersebut dan melihat bagaimana sejarah koperasi lahir sebagai respons atas dampak sosial dari Revolusi Industri.

“Di Rochdale itulah koperasi lahir pada tahun 1844. Koperasi lahir sebagai jawaban atas dampak Revolusi Industri yang saat itu melahirkan berbagai gagasan ekonomi baru,” jelasnya.

Pada masa tersebut, lanjut Khofifah, muncul pula berbagai pemikiran ekonomi lain, termasuk gagasan Karl Marx yang tertuang dalam karya terkenalnya, Das Kapital. Namun di sisi lain, Inggris mengembangkan model koperasi yang menekankan solidaritas sosial dan semangat kebersamaan dalam kegiatan ekonomi.

See also  Sambut Ramadan 1447 Hijriah, Gubernur Khofifah Berbagi Kebahagiaan Bersama 850 Bunda Ojol dan 455 Jemaah Islamic Center Surabaya

Khofifah juga mencontohkan bagaimana koperasi di sejumlah negara Eropa tetap berkembang berdampingan dengan korporasi besar.

“Di banyak negara Eropa, bahkan di pusat perbelanjaan yang sangat besar tetap tersedia ruang bagi koperasi. Mereka memberikan tempat agar usaha kecil dan koperasi tetap hidup dan berkembang,” katanya.

Ia juga menyinggung sejumlah contoh keberhasilan koperasi dunia yang mampu berkembang menjadi institusi ekonomi besar dan mengelola sektor strategis, seperti energi, perikanan hingga perbankan.

Salah satu contoh yang disebutkannya adalah Rabobank di Belanda yang awalnya merupakan koperasi petani dan kini berkembang menjadi salah satu lembaga keuangan besar di dunia.

“Ini menunjukkan bahwa koperasi dapat berkembang menjadi institusi ekonomi yang sangat kuat,” ujar Khofifah.

Di Jawa Timur sendiri, Khofifah menyebut terdapat model koperasi yang menarik, yakni koperasi yang mampu mengembangkan usaha hingga memiliki perusahaan atau korporasi sendiri, salah satunya yang berkembang di Kabupaten Bojonegoro.

“Biasanya korporasi besar yang memiliki koperasi. Namun di Bojonegoro justru ada koperasi yang memiliki korporasi. Ini model yang bisa menjadi referensi penguatan koperasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Khofifah menyampaikan bahwa penguatan koperasi juga menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Hal tersebut tercermin dari kebijakan pemisahan antara Kementerian Koperasi dan Kementerian UMKM agar koperasi dapat berkembang lebih fokus dan memiliki peran lebih besar dalam sistem perekonomian nasional.

“Gerakan koperasi harus dibangun dengan nafas ideologis, tidak sekadar bisnis, tetapi menjadi gerakan yang benar-benar menguatkan ekonomi masyarakat dari bawah,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Khofifah juga mengungkapkan bahwa Jawa Timur telah berhasil mencapai target pembentukan 8.494 Koperasi Desa Merah Putih di seluruh desa. Ia berharap koperasi tersebut dapat semakin aktif beroperasi, khususnya menjelang peringatan Hari Koperasi Nasional yang diperingati setiap 12 Juli.

See also  Instruksi Megawati, PDIP Surabaya Salurkan Bantuan Darurat ke Korban Bencana

Hingga 15 Maret 2026, tercatat sebanyak 997 koperasi desa telah beroperasi dan mulai menjalankan aktivitas ekonomi di tingkat desa.

Khofifah pun menyampaikan apresiasi kepada jajaran Dekopinwil Jawa Timur yang selama ini aktif memperkuat gerakan koperasi di daerah.

Sementara itu, Ketua Harian Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Priskianto, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas dukungan terhadap perkembangan koperasi di daerah.

Ia secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Khofifah yang dinilai telah memberikan perhatian dan dukungan terhadap gerakan koperasi di Jawa Timur.

“Hari ini kita resmi melantik pengurus Dekopinwil Jawa Timur. Ke depan kita harus bekerja bersama agar gerakan koperasi semakin maju dan mampu menjadi alat untuk meningkatkan kesejahteraan anggota serta masyarakat,” pungkasnya. (IUO)