Umum

RSUD Dr Soetomo Tangani 8 Korban Mercon Saat Lebaran 2026, Satu Meninggal Dunia

267
×

RSUD Dr Soetomo Tangani 8 Korban Mercon Saat Lebaran 2026, Satu Meninggal Dunia

Share this article

BENERBARENG.IDRSUD Dr Soetomo SURABAYA menangani delapan pasien korban ledakan mercon dengan berbagai tingkat keparahan selama periode Lebaran 2026, dengan satu pasien dinyatakan meninggal dunia, Selasa, 24 Maret 2026.

Kepala IGD RSUD Dr Soetomo Surabaya dr M. Hardian Basuki, Sp.OT menjelaskan dari total delapan pasien tersebut, enam di antaranya masih menjalani perawatan intensif di ruang burn unit. Sementara satu pasien telah diperbolehkan pulang dan satu lainnya meninggal dunia akibat luka berat yang diderita.

“Ya, di edisi Lebaran kali ini ada delapan pasien yang terawat karena korban mercon. Satu meninggal dunia dan satu sudah pulang. Jadi sekarang perawatan itu ada enam pasien masih dirawat di burn unit,” ujarnya saat mengudara di Radio Suara Surabaya.

Ia mengungkapkan seluruh pasien yang dirawat berasal dari luar wilayah Surabaya. Kasus terbanyak berasal dari Jombang dengan tiga pasien, disusul Kertosono dua pasien, serta masing-masing satu pasien dari Pasuruan, Mojokerto, dan Sidoarjo.

Selain itu, mayoritas korban merupakan remaja. Tercatat enam pasien berusia di bawah 16 tahun, satu pasien berusia 26 tahun, serta satu lainnya merupakan pasien usia lanjut.

Menurut Hardian, sebagian besar korban mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan yang bervariasi, mulai dari lebih dari 10 persen hingga 30 persen. Namun terdapat satu kasus dengan luka bakar mencapai 82 persen yang berujung pada kematian pasien.

“Yang 82 persen ini yang paling tua, dan memang tidak selamat dalam perawatan. Sebab luka bakar di atas 80 persen itu angka harapan hidupnya sangat kecil, apalagi pada usia lanjut biasanya disertai penyakit penyerta,” jelasnya.

Selain luka bakar, sejumlah pasien juga mengalami cedera tambahan seperti luka pada telinga, kepala, serta gangguan pada saluran pernapasan akibat dampak ledakan.

See also  Peresmian SMA Taruna Nusantara Malang oleh Presiden Prabowo, Gubernur Khofifah Optimistis Lahirkan Kader Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045

Dalam beberapa kasus, kondisi pasien memerlukan penanganan lanjutan secara intensif, termasuk penggunaan alat bantu pernapasan atau ventilator untuk menjaga stabilitas kondisi pasien selama masa perawatan.

Pihak rumah sakit mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap penggunaan mercon, khususnya pada anak-anak dan remaja, guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. (TIF)