EkonomiUmum

Dolar Australia Menguat, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Meningkat

259
×

Dolar Australia Menguat, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Meningkat

Share this article

BENERBARENG.IDSURABAYA, 17 April 2026 — Dolar Australia (AUD) menguat signifikan dan berhasil menembus level psikologis US$0,70, mendekati posisi tertinggi sejak pertengahan 2022. Penguatan ini didorong oleh solidnya data ketenagakerjaan yang memperkuat ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat.

Data terbaru menunjukkan tingkat pengangguran Australia tetap stabil di level 4,3% pada Maret, sementara jumlah lapangan kerja meningkat sebesar 17,9 ribu. Kenaikan tersebut seluruhnya berasal dari sektor pekerjaan penuh waktu, mencerminkan permintaan tenaga kerja yang masih kuat di tengah tekanan global.

Kondisi ini memperkuat pandangan Reserve Bank of Australia bahwa pasar tenaga kerja masih relatif ketat. Stabilitas ini terjadi meskipun terdapat ketidakpastian eksternal, termasuk dampak konflik di Timur Tengah yang berpotensi menekan perekonomian global.

Wakil Gubernur Andrew Hauser sebelumnya menyatakan bahwa inflasi masih berada di atas target bank sentral. Ia menilai tingkat suku bunga saat ini belum cukup untuk meredam tekanan harga secara optimal.

“Masih terdapat keyakinan terbatas bahwa kebijakan saat ini cukup ketat,” ujarnya, seraya membuka peluang kenaikan suku bunga lanjutan.

Selain itu, kenaikan harga minyak global turut menjadi faktor pendorong inflasi, sehingga memperkuat argumen bagi bank sentral untuk melanjutkan pengetatan kebijakan moneter.

Pelaku pasar dan ekonom kini memperkirakan Reserve Bank of Australia akan kembali menaikkan suku bunga pada Mei mendatang. Jika terealisasi, kenaikan ini akan menjadi yang ketiga secara berturut-turut dan membawa suku bunga acuan ke level 4,35%.

Langkah tersebut juga dipandang sebagai pembalikan dari kebijakan pelonggaran yang sempat dilakukan sebelumnya, sekaligus menegaskan komitmen bank sentral dalam mengendalikan inflasi.

Penguatan dolar Australia mencerminkan respons positif pasar terhadap fundamental ekonomi yang solid. Namun demikian, arah pergerakan ke depan tetap akan dipengaruhi oleh dinamika global, termasuk harga energi dan stabilitas geopolitik. (SYN)

See also  Rising Fellowship, Khofifah Sampaikan Program Karbon dan Investasi Saat Bertemu PM Singapura HE