Umum

UPT PTKK Jatim Sabet Dua Penghargaan Nasional, Khofifah: Bukti Vokasi Berbasis Industri Kian Berdaya Saing Global

373
×

UPT PTKK Jatim Sabet Dua Penghargaan Nasional, Khofifah: Bukti Vokasi Berbasis Industri Kian Berdaya Saing Global

Share this article

BENERBARENG.IDSURABAYA, 20 April 2026 – Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmennya dalam memperkuat sumber daya manusia (SDM) vokasi melalui capaian membanggakan Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Teknis dan Keterampilan Kejuruan (UPT PTKK) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

UPT PTKK berhasil meraih dua penghargaan nasional sekaligus, yakni sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK) Terbaik Tahun 2025 bidang fotografi dari Lembaga Sertifikasi Kompetensi Fotografi Indonesia, serta penghargaan TUK Terbaik dari Forum LSK dengan capaian persentase kelulusan tertinggi secara nasional.

Khofifah menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut sebagai bukti nyata konsistensi dan kualitas pembinaan pendidikan vokasi di Jawa Timur. “Penghargaan ini menjadi validasi bahwa pembinaan vokasi di Jawa Timur berjalan secara konsisten, terstruktur, dan berkelanjutan,” ujarnya di Surabaya, Senin (20/4).

Menurutnya, capaian ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menyiapkan SDM unggul yang adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA), terutama di tengah perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan, Internet of Things (IoT), dan big data.

“Dunia kerja saat ini sangat kompetitif dan dinamis. Dibutuhkan individu yang memiliki keahlian spesifik, adaptif, serta mampu menguasai teknologi baru,” tegasnya.

Ia menjelaskan, UPT PTKK memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam mencetak tenaga terampil yang kompeten dan siap kerja. Peran tersebut sejalan dengan misi Nawa Bhakti Satya, khususnya “Jatim Cerdas”, yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan daya saing SDM.

“UPT PTKK menjadi simpul strategis untuk memastikan lulusan vokasi Jawa Timur memiliki kompetensi yang terstandar, teruji, dan relevan dengan kebutuhan industri,” katanya.

Selain sebagai pusat pelatihan, UPT PTKK juga berfungsi sebagai TUK resmi yang menyelenggarakan sertifikasi kompetensi berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia bagi siswa SMK, SMA Double Track, pendidikan khusus dan layanan khusus (PKPLK), serta masyarakat umum.

See also  Gubernur Khofifah Dorong Sekolah Lebih Tertib dengan Pembatasan Penggunaan Gadget

Pada bidang fotografi, capaian ini turut didukung tingginya partisipasi peserta sertifikasi yang mencapai sekitar 300 siswa, menjadikan Jawa Timur sebagai salah satu daerah dengan jumlah lulusan sertifikasi fotografi terbanyak secara nasional.

Khofifah menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi memiliki peran penting sebagai pengakuan formal atas kemampuan kerja lulusan sekaligus meningkatkan daya saing di pasar kerja. “Sertifikat kompetensi bukan hanya pelengkap, tetapi menjadi nilai tambah dalam memasuki dunia kerja,” ujarnya.

Dalam implementasinya, UPT PTKK mengembangkan berbagai program pelatihan berbasis keterampilan di beragam bidang, mulai dari teknik mesin, pengelasan, otomotif, teknik pendingin dan tata udara, hingga tata busana, tata boga, tata kecantikan, serta bidang kreatif seperti desain grafis, animasi, fotografi, dan videografi.

Selain itu, inovasi juga dilakukan melalui program Mobile Training Unit (MTU) dalam skema MILEA, yang memungkinkan layanan pelatihan vokasi menjangkau siswa secara langsung di berbagai daerah, khususnya wilayah dengan keterbatasan fasilitas praktik.

“Melalui MTU, kita memastikan tidak ada kesenjangan akses. Semua siswa memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kompetensi,” tegasnya.

Keberhasilan penguatan pendidikan vokasi di Jawa Timur juga tercermin dari capaian prestasi di tingkat nasional. Selama tiga tahun berturut-turut, Jawa Timur berhasil meraih juara umum pada ajang Lomba Kompetensi Siswa Nasional.

“Capaian ini bukan hasil instan, tetapi buah dari pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan. Ditambah pengakuan melalui penghargaan TUK terbaik, ini memperkuat bahwa ekosistem vokasi Jawa Timur berjalan konsisten dan on track,” ungkapnya.

Ke depan, Pemprov Jawa Timur akan terus memperkuat sinergi antara pendidikan vokasi dengan dunia industri agar lulusan tidak hanya siap kerja, tetapi juga adaptif terhadap dinamika global.

“Kita ingin memastikan pendidikan vokasi benar-benar melahirkan talenta unggul yang siap kerja, siap berwirausaha, dan siap bersaing di tingkat global. Inilah wujud nyata Jatim Cerdas,” pungkasnya.

See also  Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Pacitan, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menambahkan bahwa penguatan UPT PTKK tidak hanya berfokus pada sarana dan prasarana, tetapi juga diarahkan sebagai pusat keunggulan (center of excellence) atau “Bengkel SDM” yang mampu mencetak tenaga kerja sesuai kebutuhan industri. (KDF)