Umum

TTL Gandeng BRIN Kebun Raya Purwodadi, Perkuat Keanekaragaman Hayati di Kawasan Pelabuhan

225
×

TTL Gandeng BRIN Kebun Raya Purwodadi, Perkuat Keanekaragaman Hayati di Kawasan Pelabuhan

Share this article
PT Terminal Teluk Lamong (TTL) menjalin kolaborasi strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Kebun Raya Purwodadi

BENERBARENG.IDSurabaya, 23 April 2026 — PT Terminal Teluk Lamong (TTL) menjalin kolaborasi strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Kebun Raya Purwodadi dalam upaya meningkatkan keanekaragaman hayati di kawasan pelabuhan. Pertemuan kedua pihak digelar di Kantor Utama TTL pada 22 April 2026 sebagai langkah awal memperkuat konservasi lingkungan di area operasional pelabuhan.

Kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen TTL dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam kegiatan bisnisnya. Melalui konsep green port, perusahaan telah menginisiasi sejumlah program berbasis teknologi ramah lingkungan, seperti penerapan eco-engineering pada infrastruktur, pemantauan kualitas lingkungan, pengendalian pencemaran, serta restorasi ekosistem pesisir melalui pelestarian mangrove dan penanaman pohon anti polutan guna meningkatkan penyerapan emisi karbon.

Sekretaris Perusahaan TTL, Syaiful Anam, menyatakan bahwa sinergi ini menjadi langkah penting dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas operasional pelabuhan dan pelestarian lingkungan. Menurutnya, pelabuhan masa depan tidak hanya berfokus pada kinerja operasional, tetapi juga harus selaras dengan keberlanjutan ekosistem.

“Sinergi dengan Kebun Raya Purwodadi diharapkan mampu menghadirkan solusi ilmiah yang aplikatif dan berdampak jangka panjang, khususnya dalam meningkatkan keanekaragaman hayati di kawasan pelabuhan,” ujarnya.

Program kolaborasi ini akan difokuskan pada perlindungan dan pengelolaan ekosistem alami di wilayah pesisir serta ruang terbuka hijau di kawasan TTL. Pendekatan yang digunakan berbasis riset, mencakup pengembangan metodologi penghitungan karbon berbasis vegetasi, pemetaan area konservasi prioritas, edukasi pengelolaan lingkungan, hingga penyusunan strategi pelestarian jangka panjang.

Selain itu, TTL juga terus mendukung target nasional penurunan emisi karbon melalui berbagai inovasi operasional, salah satunya penerapan sistem Terminal Booking System (TBS) yang mengatur kedatangan truk guna mengurangi antrean dan menekan emisi karbon di area pelabuhan.

See also  Prabowo Murka! Perintahkan Mendagri Copot Bupati yang Kabur Saat Bencana

Syaiful Anam menambahkan, perusahaan secara konsisten mengimplementasikan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) untuk menjawab tantangan pelabuhan modern. Hal ini termasuk menjaga ruang hidup yang mendukung keberagaman flora dan fauna serta berkontribusi terhadap upaya global dalam menghadapi perubahan iklim.

Dalam kunjungan tersebut, tim peneliti dari Kebun Raya Purwodadi juga meninjau langsung fasilitas pembibitan tanaman di area greenhouse serta ruang terbuka hijau di kawasan pelabuhan yang ditanami berbagai jenis tanaman, mulai dari tanaman hias, buah-buahan, hingga pohon penyerap polutan.

Perwakilan tim peneliti, Titut Yulistyarini, menegaskan pentingnya pengelolaan ekosistem pelabuhan berbasis data dan inovasi teknologi. Ia menyebut pihaknya akan melakukan kajian komprehensif terkait jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi lingkungan di kawasan Terminal Teluk Lamong, termasuk potensi serapan karbon dan kontribusinya terhadap peningkatan keanekaragaman hayati.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi model pengelolaan pelabuhan berkelanjutan yang tidak hanya mendukung aktivitas logistik, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga keseimbangan lingkungan. (MFP)