BENERBARENG.ID – SURABAYA, 10 Juni 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan sektor jasa konstruksi memiliki peran strategis sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi, pencipta lapangan kerja, sekaligus fondasi utama pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan berkelanjutan di Jawa Timur.
Hal tersebut disampaikan Khofifah saat membuka Expo Konstruksi Jawa Timur 2026 sekaligus mengukuhkan Forum Jasa Konstruksi Provinsi Jawa Timur Periode 2026–2029 di Grand City Exhibition Hall, Surabaya, Senin (9/6).
Menurut Khofifah, sektor jasa konstruksi harus menjadi pilar penting dalam mendukung posisi Jawa Timur sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk itu, dibutuhkan sinergi dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, asosiasi profesi, pengembang perumahan, badan usaha, produsen bahan bangunan, akademisi, dan seluruh insan konstruksi.
“Expo Konstruksi Jawa Timur Tahun 2026 harus menjadi momentum memperkuat sinergi dan kolaborasi untuk membangun sektor jasa konstruksi yang semakin profesional, berdaya saing, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujarnya.
Khofifah optimistis kolaborasi yang terbangun akan mampu menciptakan lapangan kerja lebih luas, meningkatkan produktivitas ekonomi daerah, serta mendukung terwujudnya Jawa Timur sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Ia menjelaskan, Jawa Timur memiliki posisi strategis dengan kontribusi sekitar 14,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional serta berperan sebagai Gerbang Baru Nusantara. Posisi tersebut harus didukung oleh pembangunan infrastruktur yang berkualitas, aman, tangguh, dan berkelanjutan.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur, lanjutnya, terus mendorong pembangunan melalui penguatan konektivitas antarwilayah, pengembangan kawasan industri dan logistik, peningkatan infrastruktur sumber daya air, pembangunan fasilitas pelayanan publik, hingga pengembangan sistem transportasi yang terintegrasi.
“Kualitas infrastruktur yang dibangun saat ini akan menentukan kualitas pelayanan publik, produktivitas ekonomi, serta daya saing Jawa Timur di masa depan,” katanya.
Khofifah menegaskan, pembangunan sektor konstruksi harus berlandaskan pada tiga prinsip utama, yakni kualitas, integritas, dan keberlanjutan. Menurutnya, sumber daya manusia yang kompeten di sektor konstruksi sangat menentukan keberhasilan pembangunan dan kualitas pelayanan publik.
Di sisi lain, sektor konstruksi juga menghadapi berbagai tantangan sekaligus peluang seiring perkembangan teknologi. Digitalisasi konstruksi, penerapan Building Information Modeling (BIM), kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), konstruksi hijau, efisiensi energi, hingga peningkatan standar keselamatan kerja menjadi tuntutan yang harus direspons dengan penguatan kapasitas SDM konstruksi.
Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga mengukuhkan Forum Jasa Konstruksi Provinsi Jawa Timur Tahun 2026–2029 berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/331/013/2026. Forum tersebut diharapkan menjadi wadah komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan jasa konstruksi sekaligus mitra strategis pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan, meningkatkan kompetensi SDM, mendorong inovasi, serta memperkuat budaya keselamatan kerja.
“Forum Jasa Konstruksi harus mampu menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memberikan masukan kebijakan, memperkuat kompetensi SDM, mendorong inovasi, meningkatkan standar keselamatan kerja, serta mempercepat terwujudnya pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan berkelanjutan,” harapnya.
Dalam acara tersebut, Khofifah yang didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak juga menyerahkan penghargaan kepada sejumlah pemerintah daerah dan pelaku usaha yang berkontribusi dalam pembangunan perumahan dan kawasan permukiman.
Untuk kategori Program Penanganan Kawasan Kumuh Terpadu dan Terintegrasi Terbaik, penghargaan diberikan kepada Pacitan, Tuban, dan Nganjuk. Sementara penghargaan Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) APBD diraih oleh Surabaya, Bojonegoro, dan Mojokerto.
Adapun penghargaan Pengembang Rumah Subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) terbanyak diberikan kepada PT Irfai Berkah Sejahtera, PT Kinansyah Adi Jayaland, dan PT Kokoh Exa Nusantara.
Di akhir sambutannya, Khofifah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan Expo Konstruksi Jawa Timur 2026.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan Expo Konstruksi Jawa Timur Tahun 2026 ini. Semoga sinergi yang terbangun mampu memperkuat pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur,” pungkasnya. (DKU)



