Umum

Prabowo Siapkan Ambulans Udara, Singgung Ibu Melahirkan Harus Tempuh Jalan hingga 9 Jam

282
×

Prabowo Siapkan Ambulans Udara, Singgung Ibu Melahirkan Harus Tempuh Jalan hingga 9 Jam

Share this article

BENERBARENG.IDJAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyiapkan terobosan untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat di daerah terpencil dan sulit dijangkau. Salah satunya melalui penyediaan ambulans udara menggunakan helikopter dan pesawat kecil.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam pidato kenegaraan saat menyampaikan Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan dalam Sidang Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Prabowo mengatakan pemerintah tidak ingin masyarakat harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dasar.

“Rakyat tidak boleh menempuh perjalanan jauh hanya untuk memperoleh pelayanan kesehatan dasar. Negara harus hadir sedekat mungkin dengan tempat rakyat hidup,” kata Prabowo.

Menurutnya, pemerintah akan merenovasi 10.000 Puskesmas di 7.280 kecamatan mulai 2027. Setiap Puskesmas akan memperoleh anggaran perbaikan sekitar Rp4 miliar. Selain itu, pemerintah juga akan merenovasi dan membangun 514 Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) di seluruh kabupaten/kota, dengan target penyelesaian paling lambat 2030.

Namun, Prabowo menyadari pembangunan fasilitas kesehatan saja belum cukup untuk menjangkau masyarakat yang tinggal di wilayah dengan kondisi geografis sulit.

Karena itu, pemerintah akan menyiapkan ambulans udara berupa helikopter dan pesawat kecil yang dapat beroperasi di lokasi tanpa landasan pacu konvensional.

“Untuk itu kita juga akan membuat ambulans udara dengan helikopter dan dengan pesawat kecil yang bisa mendarat di lapangan-lapangan rumput, di lapangan-lapangan pasir, bisa mendarat di pinggir sungai supaya tidak ada rakyat kita yang tidak bisa dievakuasi kalau dia sakit,” ujar Prabowo.

Prabowo: Ada Ibu Melahirkan Harus Tempuh 7-9 Jam

Dalam pidatonya, Prabowo juga mengungkap laporan mengenai ibu-ibu yang meninggal ketika hendak melahirkan karena harus menempuh perjalanan sangat panjang menuju fasilitas kesehatan.

See also  Jabar Tetapkan Hari Tatar Sunda, Dedi Mulyadi: Bangkitkan Identitas dan Budaya Sunda

“Saya mendapat laporan banyak ibu-ibu yang meninggal karena harus menempuh jalan tujuh jam sampai sembilan jam pada saat melahirkan,” ungkapnya.

Prabowo menyebut kondisi jalan dan jembatan yang belum memadai menjadi salah satu penyebab lamanya perjalanan tersebut. Bahkan, menurutnya, kasus serupa terjadi di wilayah yang sebenarnya tidak terlalu jauh dari ibu kota.

“Karena tidak ada jalan yang baik, karena jembatan tidak bagus. Akhirnya banyak ibu-ibu meninggal di daerah-daerah yang tidak jauh dari ibu kota,” kata Prabowo.

Tak Hanya Ambulans Udara, Ada Gagasan Tim Dokter Terbang

Prabowo mengatakan pemerintah harus mencari terobosan inovatif untuk mengatasi persoalan tersebut. Selain ambulans udara, ia membuka kemungkinan menghadirkan tim dokter terbang.

“Untuk itu kita harus mencari terobosan inovatif, salah satu jalan adalah ambulans udara, bahkan nanti juga tim dokter terbang. Kalau perlu dokter yang terbang ke tempat rakyat sakit keras atau menghadapi bencana,” ujarnya.

441 RSUD Juga Akan Dibangun dan Direvitalisasi

Dalam pidato yang sama, Prabowo menyampaikan pemerintah juga akan membangun dan merevitalisasi 441 rumah sakit umum daerah (RSUD).

Pemerintah menargetkan setiap kabupaten dan kota memiliki rumah sakit yang mampu memberikan layanan kesehatan lebih lengkap dan cepat.

Prabowo juga menyebut pemerintah sebelumnya telah membangun 66 rumah sakit di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Dari jumlah tersebut, 22 rumah sakit disebut sudah beroperasi.

Berbagai langkah tersebut, mulai dari renovasi Puskesmas, pembangunan Labkesmas, revitalisasi RSUD, ambulans udara hingga gagasan tim dokter terbang, diarahkan untuk memangkas kesenjangan akses kesehatan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil.

Pesan utama Prabowo dalam kebijakan tersebut adalah negara harus hadir sedekat mungkin dengan rakyat, sehingga jarak, kondisi jalan, maupun keterbatasan infrastruktur tidak lagi menjadi alasan seseorang terlambat mendapatkan pertolongan medis. (BPZ)