PendidikanUmum

Gubernur Khofifah Hadir Langsung Menguatkan Warga Terdampak Gempa Bumi NTT di Pengungsian Benteng Jawa, Lamba Leda – Manggarai Timur

247
×

Gubernur Khofifah Hadir Langsung Menguatkan Warga Terdampak Gempa Bumi NTT di Pengungsian Benteng Jawa, Lamba Leda – Manggarai Timur

Share this article

BENERBARENG.IDMANGGARAI TIMUR, 25 AGUSTUS 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tak sekadar datang membawa bantuan bagi warga terdampak gempa bumi di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Di lokasi pengungsian Benteng Jawa, Desa Lamba Keli, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur , Senin (24/8). Gubernur Khofifah duduk bersama anak-anak ikut bermain ular tangga, berbincang dengan para ibu hingga terharu mendengar kisah warga yang kehilangan tempat tinggal.

Kehadiran Gubernur Khofifah di tengah warga berlangsung dalam suasana hangat. Setibanya di lokasi pengungsian, ia menyapa warga dan melihat kondisi tempat mereka tinggal sementara. Saat melihat sejumlah anak sedang bermain, Khofifah spontan mendekat dan mengajak mereka bermain bersama.

“Ayo siapa yang bisa bermain ular tangga? Ke sini kita bermain bersama,” ajak Khofifah.

Anak-anak pun langsung menyambut ajakan tersebut. Suasana pengungsian yang sebelumnya berlangsung tenang berubah lebih ceria. Khofifah ikut bermain sambil sesekali berbincang dengan anak-anak dan menanyakan aktivitas mereka selama berada di pengungsian.

Di sela permainan, Khofifah juga menanyakan kebutuhan anak-anak, termasuk perlengkapan sekolah yang nantinya diperlukan ketika kegiatan belajar mengajar kembali berjalan normal.

Ia meminta kebutuhan tersebut disampaikan kepada Pemprov Jatim agar dapat dibantu. Khofifah secara khusus menyebut tas dan sepatu sekolah sebagai perlengkapan yang perlu disiapkan bagi anak-anak terdampak gempa.

“Kalau sudah waktunya masuk sekolah, anak-anak mungkin butuh tas dan sepatu. Tolong dikabarkan kepada saya. Nanti kita kirim tas dan sepatu untuk anak-anak sekolah di sini,” katanya.

Bagi Khofifah, anak-anak harus tetap memiliki ruang untuk bermain, belajar, dan bermimpi meski untuk sementara harus tinggal di pengungsian. Karena itu, dukungan terhadap mereka tidak hanya berupa kebutuhan dasar, tetapi juga upaya mengembalikan rutinitas dan semangat agar mereka dapat kembali bersekolah ketika situasi telah memungkinkan.

See also  Harga Emas Antam Berbalik Naik, Emiten Tambang Emas Diproyeksi Kembali Jadi Sorotan Investor

Setelah bermain bersama anak-anak, Khofifah kemudian beranjak menuju tenda yang ditempati para lansia dan ibu-ibu. Ia berbincang dengan warga untuk mendengarkan secara langsung kondisi serta kebutuhan mereka selama berada di pengungsian.

Dalam perbincangan tersebut, seorang warga menceritakan kondisi rumahnya yang rusak akibat gempa. Tidak lagi memiliki tempat tinggal yang layak membuat keluarga tersebut menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Mendengar cerita itu, Khofifah tampak terharu. Air matanya bahkan terlihat menetes ketika mendengarkan kisah warga tersebut. Ia kemudian memberikan penguatan dan meminta warga tetap tabah menghadapi situasi yang tidak mudah.

Khofifah menyampaikan bahwa pemerintah bersama seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan bencana akan terus memberikan dukungan sesuai kebutuhan masyarakat.
Kepada para ibu, ia juga berpesan agar tetap kuat mendampingi anak-anak dan menjaga semangat keluarga. Menurutnya, kekuatan seorang ibu sangat berarti dalam membantu keluarga melewati masa-masa sulit setelah bencana.

“Ibu-ibu harus kuat, semangat anak-anaknya. Mudah-mudahan anak-anak sukses, cucu-cucunya juga sukses, membahagiakan keluarga, daerah, bangsa dan negara,” kata Khofifah.

Ia juga mendoakan warga yang sedang sakit agar segera mendapatkan kesembuhan sehingga dapat kembali menjalani aktivitas bersama keluarga dan masyarakat.

“Yang sakit mudah-mudahan segera sembuh. Ibu-ibu bisa segera bangkit, sehat, kuat, semangat,” katanya.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi Khofifah untuk menindaklanjuti kebutuhan pangan warga. Setelah mendapat informasi dari pemerintah setempat mengenai kebutuhan tambahan beras, Pemprov Jatim menyiapkan tambahan 5 ton beras untuk masyarakat terdampak di wilayah tersebut.

“Pak Camat tadi menyampaikan ada kebutuhan tambahan beras. Tanggal 26 nanti ada kapal ke sini, jadi Jatim Insya Allah akan menambah beras lima ton lagi,” katanya.

Sebelumnya, Pemprov Jatim telah menyalurkan bantuan kemanusiaan dan dukungan CSR untuk masyarakat terdampak gempa di Manggarai Timur sebanyak 52,9 ton dengan nilai Rp2.285.687.700.

See also  Gubernur Khofifah: Akselerasi Ekonomi Jatim Makin Kuat, Pertumbuhan Hampir 6 Persen Tertinggi Se-Jawa

Bantuan tersebut mencakup kebutuhan pangan dan beras, obat-obatan, perlengkapan mandi dan higiene, perlengkapan bayi dan anak, kebutuhan perempuan, tenda, terpal, hingga kompor. Jenis bantuan disiapkan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat.

Pemprov Jatim sebelumnya telah mengirimkan tujuh dokter dari RSUD Dr. Soetomo untuk bergabung dalam pelayanan kesehatan di RSUD Ruteng sejak 17 Agustus 2026. Dukungan tersebut kemudian diperkuat dengan tenaga dokter dan perawat dari RSUD Dr. Soetomo pada 22 Agustus 2026.

Selain pelayanan medis, Pemprov Jatim juga menyiapkan empat tenaga untuk memberikan layanan dukungan psikososial (LDP), khususnya bagi anak-anak. Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang tidak hanya menyentuh kebutuhan fisik, tetapi juga kondisi psikologis masyarakat.

Khofifah menilai, pemulihan warga membutuhkan waktu. Karena itu, bantuan pangan, pelayanan kesehatan, pendampingan psikososial, dukungan pendidikan, hingga penguatan ekonomi keluarga perlu berjalan beriringan agar masyarakat dapat perlahan kembali menjalani kehidupan secara normal.
Sebelum meninggalkan lokasi pengungsian, Khofifah kembali menyapa warga dan anak-anak. Pesannya sederhana: tetap sehat, tetap kuat, dan jangan kehilangan harapan.

“Pokoknya tetap sehat, kuat dan tetap semangat. Mudah-mudahan cepat bangkit semuanya. Ingat bahwa kita semua bersaudara, kalian tidak sendiri,” katanya.

Sementara itu, Bupati Manggarai Timur Agas Andreas menyampaikan apresiasi atas perhatian Khofifah dan Pemprov Jatim kepada masyarakat yang terdampak gempa, khususnya warga di Benteng Jawa.

Menurut Agas, kehadiran langsung Khofifah di tengah warga memiliki arti tersendiri. Bukan hanya bantuan yang dibawa, tetapi juga kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan kondisi mereka secara langsung dan mendapatkan penguatan di tengah situasi sulit.

“Terima kasih kepada Ibu Gubernur, perhatian yang Ibu berikan ini sangat berarti bagi kami, khususnya masyarakat Benteng Jawa yang sedang menghadapi musibah. Kedatangan Ibu, melihat langsung kondisi warga, berbicara dengan mereka, tentu menjadi kekuatan dan semangat bagi masyarakat kami,” katanya
(FEV)