{"id":1284,"date":"2026-06-29T09:03:31","date_gmt":"2026-06-29T02:03:31","guid":{"rendered":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/2026\/06\/29\/60-ribu-calon-mahasiswa-ptn-tak-daftar-ulang-bukan-hanya-karena-biaya-kuliah\/"},"modified":"2026-06-29T09:03:31","modified_gmt":"2026-06-29T02:03:31","slug":"60-ribu-calon-mahasiswa-ptn-tak-daftar-ulang-bukan-hanya-karena-biaya-kuliah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/2026\/06\/29\/60-ribu-calon-mahasiswa-ptn-tak-daftar-ulang-bukan-hanya-karena-biaya-kuliah\/","title":{"rendered":"60 Ribu Calon Mahasiswa PTN Tak Daftar Ulang, Bukan Hanya karena Biaya Kuliah"},"content":{"rendered":"<p><strong>BENERBARENG.ID<\/strong> &#8211; JAKARTA \u2013 Fenomena puluhan ribu calon mahasiswa baru (camaba) yang tidak melakukan daftar ulang setelah dinyatakan lolos masuk perguruan tinggi negeri (PTN) menjadi perhatian pemerintah, perguruan tinggi, hingga DPR. Berdasarkan data Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), terdapat sekitar 60 ribu kuota PTN yang tidak terisi setelah seluruh proses penerimaan mahasiswa selesai dilaksanakan.<\/p>\n<p>Namun, Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., meluruskan informasi yang sempat beredar luas di masyarakat. Ia menegaskan bahwa angka 60 ribu tersebut bukan berasal dari peserta yang lolos melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) saja, melainkan merupakan akumulasi kuota yang tidak terisi dari seluruh jalur penerimaan, yakni SNBP, Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan seleksi mandiri.<\/p>\n<p>&#8220;Perlu diluruskan, 60 ribu siswa yang tidak daftar ulang itu bukan dari satu jalur. Itu adalah total kuota yang tidak terisi dari seluruh jalur penerimaan PTN,&#8221; kata Eduart.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, tingkat registrasi ulang peserta yang diterima melalui jalur SNBP sebenarnya cukup tinggi. Persentase mahasiswa yang melakukan daftar ulang mencapai sekitar 92 persen, sehingga informasi yang menyebut 60 ribu peserta SNBP batal kuliah dinilai tidak benar.<\/p>\n<p>Menurut Eduart, terdapat berbagai alasan yang menyebabkan calon mahasiswa tidak melanjutkan proses registrasi. Faktor ekonomi memang menjadi salah satu penyebab, tetapi bukan satu-satunya.<\/p>\n<p>Banyak calon mahasiswa yang memilih tidak mendaftar ulang karena program studi atau perguruan tinggi yang diterima bukan pilihan utama. Mereka kemudian kembali mengikuti jalur seleksi berikutnya dengan harapan dapat diterima di program studi yang lebih sesuai dengan minatnya.<\/p>\n<p>Selain itu, sebagian calon mahasiswa memilih melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi lain, termasuk perguruan tinggi kedinasan atau perguruan tinggi swasta yang menawarkan program studi maupun skema pembiayaan yang dianggap lebih sesuai.<\/p>\n<p>Terkait persoalan biaya pendidikan, Eduart menjelaskan bahwa penetapan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dilakukan berdasarkan profil kemampuan ekonomi masing-masing mahasiswa.<\/p>\n<p>Ia menegaskan, apabila terdapat calon mahasiswa yang merasa besaran UKT tidak sesuai dengan kondisi ekonominya, perguruan tinggi pada prinsipnya membuka ruang untuk mengajukan keberatan atau permohonan peninjauan kembali.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau memang ada keberatan terhadap penetapan UKT, kampus masih membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengajukan keringanan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Khairul Munadi, juga menegaskan bahwa informasi mengenai 60 ribu peserta SNBP 2026 tidak melakukan daftar ulang adalah tidak benar. Ia meminta masyarakat mengacu pada penjelasan resmi Panitia SNPMB.<\/p>\n<p>Fenomena banyaknya kuota yang tidak terisi ini juga mendapat perhatian Anggota Komisi X DPR RI Sofyan Tan. Ia mendorong pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem penerimaan mahasiswa baru, termasuk menelusuri faktor-faktor yang membuat calon mahasiswa membatalkan kuliah setelah dinyatakan lolos seleksi.<\/p>\n<p>Menurut Sofyan Tan, evaluasi tersebut penting untuk memastikan persoalan utama benar-benar teridentifikasi, apakah karena faktor ekonomi, pilihan program studi, diterima di kampus lain, maupun kendala lainnya. Hasil evaluasi diharapkan menjadi dasar penyempurnaan kebijakan penerimaan mahasiswa baru serta perluasan akses bantuan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.<\/p>\n<p>Fenomena ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan lolos seleksi nasional belum tentu berakhir pada proses registrasi. Selain kualitas seleksi, keterjangkauan biaya pendidikan, fleksibilitas penetapan UKT, serta kecocokan program studi tetap menjadi faktor penting yang menentukan apakah calon mahasiswa benar-benar dapat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi negeri. <strong>(XWG)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BENERBARENG.ID &#8211; JAKARTA \u2013 Fenomena puluhan ribu calon&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":1283,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_sitemap_exclude":false,"_sitemap_priority":"","_sitemap_frequency":"","footnotes":""},"categories":[44],"tags":[3073,3068,3058,3071,3063,3074,3070,3064,3072,3059,1050,3069,3060,3062,3061,1833,3057,3065,3066,3067],"class_list":["post-1284","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan","tag-akses-pendidikan","tag-biaya-kuliah","tag-calon-mahasiswa-baru","tag-daftar-ulang","tag-eduart-wolok","tag-indonesia-3","tag-kemendiktisaintek","tag-khairul-munadi","tag-kuota-ptn","tag-mahasiswa-baru","tag-pendidikan-tinggi","tag-perguruan-tinggi-negeri","tag-ptn","tag-seleksi-mandiri","tag-snbp","tag-snbt","tag-snpmb-2026","tag-sofyan-tan","tag-uang-kuliah-tunggal","tag-ukt"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1284","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1284"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1284\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1283"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1284"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1284"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1284"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}