{"id":1452,"date":"2026-07-30T08:37:40","date_gmt":"2026-07-30T01:37:40","guid":{"rendered":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/2026\/07\/30\/hasan-nasbi-soroti-kebebasan-berpendapat-dua-arah-pengamat-kritik-dan-jawaban-pemerintah-sama-sama-dijamin-demokrasi\/"},"modified":"2026-07-30T08:37:40","modified_gmt":"2026-07-30T01:37:40","slug":"hasan-nasbi-soroti-kebebasan-berpendapat-dua-arah-pengamat-kritik-dan-jawaban-pemerintah-sama-sama-dijamin-demokrasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/2026\/07\/30\/hasan-nasbi-soroti-kebebasan-berpendapat-dua-arah-pengamat-kritik-dan-jawaban-pemerintah-sama-sama-dijamin-demokrasi\/","title":{"rendered":"Hasan Nasbi Soroti Kebebasan Berpendapat Dua Arah, Pengamat: Kritik dan Jawaban Pemerintah Sama-sama Dijamin Demokrasi"},"content":{"rendered":"<p><strong>BENERBARENG.ID<\/strong> &#8211; JAKARTA \u2013 Polemik mengenai kebebasan berpendapat kembali mencuat setelah mantan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan sekaligus Komisaris PT Pertamina, Hasan Nasbi, mengulas isu tersebut dalam kanal YouTube Microphone Hasan Nasbi melalui episode bertajuk &#8220;WARTAWAN ADALAH LONDO IRENG? CONTRAFLOW DI JALAN SATU ARAH&#8221;.<\/p>\n<p>Dalam tayangan tersebut, Hasan menilai ruang demokrasi di Indonesia saat ini sangat terbuka. Menurutnya, masyarakat, aktivis, maupun kelompok kritis bebas menyampaikan kritik hingga tudingan terhadap pemerintah dan Presiden Prabowo Subianto. Namun, ia mempertanyakan mengapa ketika pemerintah memberikan klarifikasi atau membalas kritik tersebut, sebagian pihak justru mempersoalkannya.<\/p>\n<p>Hasan berpendapat bahwa kebebasan berpendapat dalam negara demokrasi semestinya berlaku dua arah. Pemerintah, kata dia, juga memiliki hak untuk menyampaikan penjelasan, membantah tudingan, atau meluruskan informasi yang dianggap tidak tepat.<\/p>\n<p>Ia menyebut, jika masyarakat memiliki hak menyampaikan kritik, maka pemerintah juga memiliki hak yang sama untuk memberikan respons sehingga dialog publik berlangsung secara setara, bukan hanya satu arah. Pernyataan tersebut disampaikan dalam analisisnya di kanal YouTube Microphone Hasan Nasbi.<\/p>\n<p>Pernyataan Hasan muncul di tengah polemik mengenai ucapan Presiden Prabowo Subianto yang menggunakan istilah &#8220;Londo Ireng&#8221; dalam pidatonya. Pernyataan tersebut menuai kritik dari berbagai organisasi pers yang menilai diksi tersebut berpotensi menimbulkan stigma terhadap profesi wartawan.<\/p>\n<p>Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Herik Kurniawan menegaskan bahwa jurnalis yang bekerja secara profesional bukanlah pihak yang dapat disamakan dengan kepentingan asing. Menurutnya, pers menjalankan fungsi menyampaikan informasi yang faktual, independen, dan berimbang sesuai amanat Undang-Undang Pers.<\/p>\n<p>Sementara itu, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil juga menyampaikan keberatan atas penggunaan istilah tersebut. Mereka menilai pejabat publik perlu menjaga pilihan kata agar tidak menimbulkan pelabelan negatif terhadap profesi jurnalistik maupun kebebasan pers.<\/p>\n<p>Sebagai pandangan akademis, pakar komunikasi politik dari Universitas Airlangga, Prof. Dr. Suko Widodo, dalam berbagai kajian mengenai komunikasi politik menilai bahwa demokrasi yang sehat memang membuka ruang bagi kritik sekaligus hak jawab pemerintah. Namun, menurutnya, respons pemerintah idealnya disampaikan melalui komunikasi yang santun, berbasis data, dan menghindari diksi yang dapat memicu polarisasi agar kepercayaan publik tetap terjaga.<\/p>\n<p>Ia menambahkan bahwa kebebasan berekspresi merupakan hak seluruh warga negara, termasuk pemerintah sebagai penyelenggara negara. Meski demikian, setiap pihak tetap memiliki tanggung jawab untuk menjaga etika komunikasi serta menghormati fungsi pers sebagai salah satu pilar demokrasi.<\/p>\n<p>Perdebatan mengenai batas kritik, hak jawab pemerintah, serta etika komunikasi publik diperkirakan masih akan menjadi bagian dari dinamika demokrasi Indonesia. Di sisi lain, sejumlah kalangan berharap ruang dialog tetap dibangun secara rasional, saling menghormati, dan berorientasi pada kepentingan publik. <strong>(MNF)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BENERBARENG.ID &#8211; JAKARTA \u2013 Polemik mengenai kebebasan berpendapat&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1451,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_sitemap_exclude":false,"_sitemap_priority":"","_sitemap_frequency":"","footnotes":""},"categories":[43],"tags":[3408,3411,2627,3402,3397,3398,3399,3409,3189,3401,3405,3410,773,3403,3400,3407,3412,3404,1346,786,3406],"class_list":["post-1452","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pemerintahan","tag-aji","tag-berita-politik","tag-demokrasi-indonesia","tag-hak-jawab-pemerintah","tag-hasan-nasbi","tag-hasan-nasbi-terbaru","tag-hasan-nasbi-youtube","tag-ijti","tag-istana-kepresidenan","tag-kebebasan-berpendapat","tag-kebebasan-pers","tag-komunikasi-politik","tag-kritik-pemerintah","tag-londo-ireng","tag-microphone-hasan-nasbi","tag-organisasi-pers","tag-pemerintah-prabowo","tag-polemik-londo-ireng","tag-politik-indonesia","tag-prabowo-subianto","tag-wartawan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1452","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1452"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1452\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1451"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1452"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1452"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1452"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}