{"id":1609,"date":"2026-08-27T08:46:20","date_gmt":"2026-08-27T01:46:20","guid":{"rendered":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/2026\/08\/27\/ihsg-melemah-148-persen-investor-asing-justru-borong-saham-rp137-triliun\/"},"modified":"2026-08-27T08:46:20","modified_gmt":"2026-08-27T01:46:20","slug":"ihsg-melemah-148-persen-investor-asing-justru-borong-saham-rp137-triliun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/2026\/08\/27\/ihsg-melemah-148-persen-investor-asing-justru-borong-saham-rp137-triliun\/","title":{"rendered":"IHSG Melemah 1,48 Persen, Investor Asing Justru Borong Saham Rp1,37 Triliun"},"content":{"rendered":"<p><strong>BENERBARENG.ID<\/strong> &#8211; JAKARTA \u2013 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Rabu (26\/8\/2026). Namun, di tengah tekanan pasar, investor asing justru mencatatkan aksi beli bersih atau net buy hingga Rp1,37 triliun di seluruh pasar.<\/p>\n<p>IHSG berakhir turun 95,98 poin atau 1,48 persen ke level 6.405,68. Pelemahan indeks tersebut terjadi ketika investor menghadapi meningkatnya kehati-hatian terhadap kondisi pasar domestik.<\/p>\n<p>Data perdagangan menunjukkan, meski secara keseluruhan investor asing membukukan net buy, di pasar reguler justru tercatat aksi jual bersih sebesar Rp201,1 miliar.<\/p>\n<p>Salah satu saham yang paling banyak diborong investor asing adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Nilai pembelian bersih asing pada saham tersebut mencapai Rp255,24 miliar.<\/p>\n<p>Menariknya, aksi beli asing tersebut belum mampu mendorong BMRI ke zona positif. Saham Bank Mandiri ditutup melemah 0,95 persen ke level Rp4.160 per saham.<\/p>\n<p>Selain BMRI, sejumlah saham lain juga menjadi sasaran pembelian investor asing sepanjang perdagangan Rabu.<\/p>\n<p>PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mencatat net buy asing sebesar Rp102,67 miliar, disusul PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp80,81 miliar.<\/p>\n<p>Berikutnya, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatat pembelian bersih asing Rp66,14 miliar, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Rp30,19 miliar, dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) Rp24,74 miliar.<\/p>\n<p>Investor asing juga membukukan net buy pada PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) sebesar Rp23,93 miliar dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp23,54 miliar.<\/p>\n<p>Sementara itu, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mencatat net buy asing Rp17,89 miliar dan PT Astra International Tbk (ASII) sebesar Rp15,79 miliar.<\/p>\n<p><b>TPIA Jadi Saham yang Paling Banyak Dijual<\/b><\/p>\n<p>Di sisi lain, tekanan jual asing paling besar tercatat pada saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).<\/p>\n<p>Investor asing mencatatkan net sell TPIA sebesar Rp200,43 miliar. Tekanan tersebut ikut menyeret saham TPIA turun 6 persen hingga ditutup di level Rp1.870 per saham.<\/p>\n<p>Perbedaan antara pergerakan IHSG dan aktivitas investor asing menjadi perhatian pelaku pasar. Ketika indeks terkoreksi cukup dalam, sejumlah saham berkapitalisasi besar justru tetap menjadi sasaran akumulasi investor asing.<\/p>\n<p>Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelemahan IHSG tidak serta-merta membuat investor asing keluar dari pasar saham Indonesia. Sebagian investor masih melihat peluang pada emiten tertentu, khususnya saham-saham dengan likuiditas dan fundamental yang dinilai menarik.<\/p>\n<p>Bank Mandiri menjadi contoh utama pada perdagangan tersebut. Meskipun IHSG terkoreksi dan harga BMRI turun, investor asing justru menjadi pembeli bersih terbesar pada saham tersebut.<\/p>\n<p>Pergerakan dana asing selanjutnya akan menjadi salah satu sentimen yang perlu dicermati pelaku pasar, terutama di tengah volatilitas IHSG dan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap kondisi domestik.<\/p>\n<p>Dengan IHSG berada di level 6.405,68, investor juga akan mencermati kemampuan indeks bertahan di area 6.400 serta arah aliran dana asing pada perdagangan berikutnya. <strong>(ASP)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BENERBARENG.ID &#8211; JAKARTA \u2013 Indeks Harga Saham Gabungan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1608,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_sitemap_exclude":false,"_sitemap_priority":"","_sitemap_frequency":"","footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-1609","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bisnis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1609","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1609"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1609\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1608"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1609"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1609"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1609"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}