{"id":161,"date":"2025-11-13T15:29:04","date_gmt":"2025-11-13T08:29:04","guid":{"rendered":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/2025\/11\/13\/pertegas-kota-ramah-seni-pemkot-surabaya-selenggarakan-surabaya-world-choral-festival-swcf-2025\/"},"modified":"2025-11-13T15:29:04","modified_gmt":"2025-11-13T08:29:04","slug":"pertegas-kota-ramah-seni-pemkot-surabaya-selenggarakan-surabaya-world-choral-festival-swcf-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/2025\/11\/13\/pertegas-kota-ramah-seni-pemkot-surabaya-selenggarakan-surabaya-world-choral-festival-swcf-2025\/","title":{"rendered":"Pertegas Kota Ramah Seni, Pemkot Surabaya Selenggarakan Surabaya World Choral Festival (SWCF) 2025"},"content":{"rendered":"<p><strong>BENERBARENG.ID<\/strong> &#8211; &nbsp;Surabaya World Choral Festival (SWCF) 2025 resmi dibuka di Balai Pemuda Surabaya dengan kehadiran lebih dari 1.500 peserta dari empat negara dan 12 provinsi Indonesia. Festival internasional yang berlangsung 12\u201315 November 2025 ini kembali mempertegas posisi Surabaya sebagai kota yang ramah bagi kegiatan seni berskala global. SWCF sendiri pertama kali digelar di Surabaya di tahun 2024.<\/p>\n<p>\u201cSaya menyambut para peserta Surabaya World Choral Festival 2025 di Kota Pahlawan. Kami dengan bangga membuka pintu kota ini untuk semua orang, dan berharap anda semua dapat menikmati keindahan setiap sudut Surabaya.,\u201d ujar Pelindung Kegiatan SWCF 2025, Herlina Harsono Njoto.<\/p>\n<p>Herlina menuturkan, terlaksananya SWCF tahun kedua ini merupakan hasil kolaborasi kuat antara Pemkot Surabaya dan komunitas seni. Dia memberi apresiasi kepada Wali Kota Eri Cahyadi serta jajaran dinas yang ikut memastikan kesiapan seluruh rangkaian acara.<\/p>\n<p>\u201cApresiasi atas support  dan dedikasi luar biasa dari Bapak Eri Cahyadi dan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) serta seluruh dinas terkait, sehingga Surabaya World Choral Festival  bisa terlaksana dengan maksimal untuk kedua kalinya ini,&#8221; kata Herlina yang juga Anggota DPRD Kota Surabaya ini.<\/p>\n<p>Herlina juga mengapresiasi peran Bandung Choral Society dan kepemimpinan Tommyanto Kandisaputra yang sukses membawa festival ini naik kelas dan semakin dikenal di tingkat internasional. Dia berharap penyelenggaraan berikutnya dapat semakin besar dan inklusif.<\/p>\n<p>\u201cKami mengapresiasi Bandung Choral Society yang telah bersinergi mewujudkan acara berskala internasional ini,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Herlina mengatakan bahwa SWCF adalah ruang bertemu yang mempersatukan budaya dan manusia melalui musik. Dia menyebut Surabaya berhasil menunjukkan energi yang membuat peserta merasa diterima.<\/p>\n<p>\u201cFestival ini adalah jembatan yang menyatukan banyak bangsa dalam satu bahasa universal musik. Surabaya memberi atmosfer yang membuat setiap peserta merasa pulang, bukan hanya datang untuk bertanding,\u201d tutur Herlina.<\/p>\n<p>Sementara itu, Direktur Artistik SWCF 2025, Tommyanto Kandisaputra, mengatakan bahwa tahun ini SWCF diikuti 29 kelompok paduan suara dan 48 penampil solo dari 11 provinsi di Indonesia, Malaysia, Taiwan, Inggris, dan Amerika Serikat. Menurut dia, keberagaman itu menjadi kekuatan yang memperkaya SWCF 2025 ini.<\/p>\n<p>\u201cKehadiran peserta dari berbagai negara dan daerah menunjukkan bahwa harmoni bisa tercipta ketika kita saling mendengar dan belajar satu sama lain,\u201d tutur dia.<\/p>\n<p>Program edukatif seperti workshop, choir clinic, hingga pertukaran budaya juga menjadi bagian penting dari SWCF 2025. Tommyanto melihat platform ini sebagai ruang tumbuh bagi musisi muda dan jembatan untuk memperluas jejaring internasional.<\/p>\n<p>\u201cKami berharap SWCF dapat menjadi ruang yang menumbuhkan generasi baru musik paduan suara Indonesia yang percaya diri dan siap tampil di panggung dunia,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Para peserta mendapat kesempatan tampil di gedung kesenian Balai Pemuda Surabaya, sekaligus menikmati suasana kota yang kaya sejarah, budaya, dan kuliner. Menurut Herlina, pengalaman itu menjadi bagian dari nilai artistik SWCF.<\/p>\n<p>\u201cSurabaya tidak hanya menawarkan panggung seni yang memukau, tetapi juga pengalaman wisata yang kaya dengan perpaduan arsitektur kota tua dan modern,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Salah satu acara yang dinantikan adalah konser spesial \u201cIlluminare\u201d yang membawakan karya-karya Elaine Hagenberg oleh Studio Cantorum Surabaya bersama orkestra. Konser itu mengangkat perjalanan manusia dari kegelapan menuju terang sebagai simbol harapan dan kedamaian.<\/p>\n<p>\u201cMelalui harmoni paduan suara dan orkestra, \u2018Illuminare\u2019 mengajak penonton merasakan cahaya yang menyinari jiwa,\u201d kata Herlina.<\/p>\n<p>Dengan penyelenggaraan yang semakin matang dan partisipasi internasional yang luas, SWCF 2025 menegaskan posisi Surabaya sebagai salah satu pusat seni paduan suara di Asia. Herlina berharap SCWF dapat terus berkembang menjadi ruang kolaborasi yang mempererat persahabatan lintas bangsa.<\/p>\n<p>\u201cMari kita rayakan keindahan seni menyanyi dan bersuka ria dalam festival ini, mempromosikan persatuan dan keunggulan artistik melalui harmoni suara,\u201d pungkas Herlina.(*) <strong>(KVY)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BENERBARENG.ID &#8211; &nbsp;Surabaya World Choral Festival (SWCF) 2025&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":160,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_sitemap_exclude":false,"_sitemap_priority":"","_sitemap_frequency":"","footnotes":""},"categories":[48,44,1],"tags":[82,83],"class_list":["post-161","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle","category-pendidikan","category-umum","tag-seni","tag-swcf2025"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/161","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=161"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/161\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/160"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=161"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=161"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=161"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}