{"id":1833,"date":"2026-11-04T13:16:15","date_gmt":"2026-11-04T06:16:15","guid":{"rendered":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/2026\/11\/04\/khofifah-bersama-kaka-slank-dan-masyarakat-tanam-8-100-mangrove-di-probolinggo-pecahkan-rekor-muri\/"},"modified":"2026-11-04T13:16:15","modified_gmt":"2026-11-04T06:16:15","slug":"khofifah-bersama-kaka-slank-dan-masyarakat-tanam-8-100-mangrove-di-probolinggo-pecahkan-rekor-muri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/2026\/11\/04\/khofifah-bersama-kaka-slank-dan-masyarakat-tanam-8-100-mangrove-di-probolinggo-pecahkan-rekor-muri\/","title":{"rendered":"Khofifah Bersama Kaka Slank dan Masyarakat Tanam 8.100 Mangrove di Probolinggo, Pecahkan Rekor MURI"},"content":{"rendered":"<p><strong>BENERBARENG.ID<\/strong> &#8211; <b>PROBOLINGGO, 4 NOVEMBER 2026<\/b> \u2013 Gubernur Jawa Timur <a href=\"https:\/\/biroadpim.jatimprov.go.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Khofifah<\/a> Indar Parawansa kembali menggalakkan gerakan sedekah oksigen melalui Festival Mangrove Jawa Timur ke-11 Tahun 2026 di Bee Jay Bakau Resort, Kota Probolinggo, Selasa (3\/11).<\/p>\n<p>Mengusung tema \u201cMangrove Lestari, Masyarakat Sejahtera\u201d, festival ini diisi dengan penanaman 8.100 batang bibit mangrove. Gubernur <a href=\"https:\/\/biroadpim.jatimprov.go.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Khofifah<\/a> turut melakukan penanaman bersama Wali Kota Probolinggo Aminuddin, Bupati Probolinggo Muhammad Haris, Kaka Slank, dan masyarakat.<\/p>\n<p>Aksi tersebut juga melibatkan pelajar, mahasiswa, Kelompok Tani Hutan, komunitas, serta mitra pembangunan. Selain penanaman mangrove, kegiatan pemulihan ekosistem dirangkai dengan pelepasliaran enam ekor burung pecuk padi hitam dan 300 ekor kepiting.<\/p>\n<p>Gubernur <a href=\"https:\/\/biroadpim.jatimprov.go.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Khofifah<\/a> menegaskan bahwa kesadaran menanam dan melestarikan mangrove merupakan langkah penting dalam menghadapi perubahan iklim global. Gerakan sedekah oksigen, menurutnya, menjadi wujud kepedulian terhadap keberlangsungan lingkungan dan kehidupan masyarakat pesisir.<\/p>\n<p>&#8220;Ini adalah cara kita memperkuat ketahanan kawasan pesisir sekaligus investasi ekologis jangka panjang karena selagi yang ditanam tumbuh dan bisa menyerap karbondioksida berarti menghasilkan oksigen maka saat itu kita bersedekah oksigen,&#8221; kata <a href=\"https:\/\/biroadpim.jatimprov.go.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Khofifah<\/a>.<\/p>\n<p>Hutan mangrove acapkali disebut sebagai pahlawan super dalam menjaga ekosistem pesisir karena kemampuannya yang luar biasa dibanding hutan daratan biasa. <a href=\"https:\/\/biroadpim.jatimprov.go.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Khofifah<\/a> menyebut di Jawa Timur upaya pelestarian mangrove menunjukkan trend positif. Berdasarkan Peta Mangrove Nasional Tahun 2025, luas mangrove eksisting di Jawa Timur mencapai 31.067 hektare, meningkat 3.846 dibandingkan tahun 2021 seluas 27.221 hektare.<\/p>\n<p>&#8220;Peningkatan ini merupakan hasil dari berbagai upaya pelestarian yang perlu terus dijaga. Festival mangrove turut menjadi wadah untuk mempertemukan para pihak, memperkuat dukungan, dan mendorong kesinambungan aksi perlindungan serta rehabilitasi mangrove,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Meski menunjukkan hasil capaian yang baik, Khofifah mengatakan untuk tidak cepat berpuas diri. Keberhasilan rehabilitasi mangrove tidak hanya diukur dari bertambahnya luasan kawasan atau jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga dari kualitas ekosistem dan keberhasilan pemulihannya.<\/p>\n<p>&#8220;Rehabilitasi harus dilaksanakan secara terencana dengan memperhatikan kesesuaian lokasi, pemilihan jenis tanaman, kondisi lingkungan serta pemeliharaan dan pemantauan pasca tanam sehingga kita dapat memastikan mangrove tumbuh optimal dan fungsi ekologisnya tetap terjaga,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Pelestarian mangrove juga sejalan dengan pengembangan ekonomi hijau (green economy) dan ekonomi biru (blue economy) di Jawa Timur. Ekosistem mangrove yang terjaga membuka peluang ekonomi melalui perikanan berkelanjutan, ekowisata, serta pengembangan usaha kreatif masyarakat pesisir.<\/p>\n<p>Khofifah mencontohkan Bee Jay Bakau Resort di Kota Probolinggo yang diresmikan hari ini. Memadukan wisata, edukasi dan kepedulian lingkungan. Model pengembangan seperti ini menunjukkan pelestarian alam dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi lokal, tanpa mengabaikan daya dukung ekosistem.<\/p>\n<p>&#8220;Saya mendorong sinergi pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas dan masyarakat, termasuk generasi muda terus memperkuat rehabilitasi mangrove dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Sejak 2022, festival mangrove Jawa Timur diselenggarakan secara berkesinambungan<br \/>\nsebagai wadah kolaborasi multipihak untuk menjaga ekosistem mangrove. Konsistensi penyelenggaraan festival mangrove Jawa Timur memperoleh pengakuan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) atas penyelenggaraan &#8220;Festival Mangrove secara Seri Terbanyak dalam Waktu 5 Tahun&#8221;.<\/p>\n<p>&#8220;Pengakuan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas dan dampak gerakan pelestarian mangrove yang dibangun secara kolektif dan berkelanjutan mampu menjaga kesinambungan agenda dan memperkokoh kerja bersama lintas pihak,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>&#8220;Saya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh penerima penghargaan, khususnya Akhadi Wira Satriaji atau Kaka Slank atas penganugerahan Jer Basuki Mawa Beya sebagai bentuk penghormatan atas kontribusinya dalam mendukung pelestarian lingkungan. Semoga penghargaan yang diterima menginspirasi banyak pihak agar mengambil peran dalam menjaga kelestarian alam,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/biroadpim.jatimprov.go.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Khofifah<\/a> berharap, Festival Mangrove Jawa Timur ke-11 semakin memperkuat komitmen bersama untuk mewujudkan rehabilitasi mangrove yang terukur, berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir. &#8220;Mari kita pastikan bahwa mangrove yang kita tanam hari ini tumbuh menjadi warisan kehidupan bagi generasi mendatang,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p>Wakil Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN)  Mayjend  TNI Sriyanto Muntasram mengapresiasi kegiatan festival mangrove mengingat di <a href=\"https:\/\/biroadpim.jatimprov.go.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jatim<\/a>. Mengingat <a href=\"https:\/\/biroadpim.jatimprov.go.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jatim<\/a> Benchmark mangrove dan rencananya lokasi Beejay Bakau direncanakan diajukan menjadi festival mangrove nasional. &#8220;Mangrove berdampak luar biasa bagi kehidupan,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Rangkaian kegiatan festival diawali dengan perjalanan Gubernur <a href=\"https:\/\/biroadpim.jatimprov.go.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Khofifah<\/a> bersama Kaka Slank dan rombongan menggunakan sepeda motor listrik dari Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa menuju Bee Jay Bakau Resort.<\/p>\n<p>Festival turut menampilkan inovasi Si Rupa Bumi atau Sistem Rumpun Pasak Bumi karya Zainur, penyuluh kehutanan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur dari Sumenep. Inovasi tersebut meraih Juara II Lomba Inovasi Rimbawan 2026 kategori Inovasi Individu dari Kementerian Kehutanan.<\/p>\n<p>Berbagai kegiatan pendukung juga dihadirkan, mulai dari pengobatan gratis, edukasi mangrove bagi pelajar, pameran kinerja perlindungan dan pengelolaan mangrove, hingga peragaan busana batik dengan pewarna alami mangrove.<\/p>\n<p>Kaka Slank turut menggaungkan pesan pelestarian lingkungan melalui penampilan solo gitar serta keterlibatannya dalam rangkaian kegiatan festival. <strong>(RLV)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BENERBARENG.ID &#8211; PROBOLINGGO, 4 NOVEMBER 2026 \u2013 Gubernur&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":1832,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_sitemap_exclude":false,"_sitemap_priority":"","_sitemap_frequency":"","footnotes":""},"categories":[43,1],"tags":[],"class_list":["post-1833","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pemerintahan","category-umum"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1833","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1833"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1833\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1832"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1833"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1833"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1833"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}