{"id":21,"date":"2025-11-05T09:12:19","date_gmt":"2025-11-05T02:12:19","guid":{"rendered":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/2025\/11\/05\/banyuwangi-lakukan-ekskavasi-situs-macan-putih-warisan-kerajaan-blambangan\/"},"modified":"2025-11-09T01:26:39","modified_gmt":"2025-11-08T18:26:39","slug":"banyuwangi-lakukan-ekskavasi-situs-macan-putih-warisan-kerajaan-blambangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/2025\/11\/05\/banyuwangi-lakukan-ekskavasi-situs-macan-putih-warisan-kerajaan-blambangan\/","title":{"rendered":"Banyuwangi Lakukan Ekskavasi Situs Macan Putih Warisan Kerajaan Blambangan"},"content":{"rendered":"<p><strong>BENERBARENG.ID<\/strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berencana melaksanakan ekskavasi penyelamatan Situs Macan Putih di Kecamatan Kabat. Langkah ini diambil untuk melestarikan warisan sejarah Kerajaan Blambangan yang terancam hilang akibat alih fungsi lahan menjadi permukiman warga.<\/p>\n<p>Dalam upaya penggalian arkeologis ini, Pemkab Banyuwangi menggandeng sejarawan dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Sri Margana, yang sebelumnya juga terlibat dalam penelitian awal situs tersebut pada tahun 2015.<\/p>\n<p>Situs Macan Putih diyakini merupakan lokasi ibu kota Kerajaan Blambangan pada masa pemerintahan Prabu Tawang Alun II, sekitar tahun 1655\u20131691 Masehi, menjadikannya jejak penting kejayaan Blambangan.<\/p>\n<p>Menjaga Memori Kolektif dan Identitas Banyuwangi<br \/>\nBupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyambut baik rencana ekskavasi ini, menilai pelestarian situs sejarah sebagai bagian krusial dalam menjaga identitas masyarakat Banyuwangi.<\/p>\n<p>\u201cKami tidak hanya ingin melestarikan benda bersejarah, tetapi juga menjaga memori kolektif masyarakat Banyuwangi. Situs Macan Putih merupakan salah satu jejak penting kejayaan Blambangan yang harus dilestarikan,\u201d ujar Ipuk, Selasa (4\/11\/2025).<\/p>\n<p>Ipuk juga berharap situs ini tidak hanya menjadi sumber pengetahuan sejarah, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata edukatif di masa mendatang.<\/p>\n<p>\ud83d\udd0e Mengidentifikasi Ulang dan Melindungi Struktur yang Ada<br \/>\nPlt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Permukiman (DPU CKPP) Banyuwangi, Suyanto Waspo Tondo Wicaksono (Yayan), menjelaskan bahwa ekskavasi bertujuan untuk mengidentifikasi ulang dan melindungi keberadaan situs bersejarah yang kondisinya saat ini cukup mengkhawatirkan.<\/p>\n<p>\u201cKami ingin meninjau kembali struktur yang telah ditemukan di Situs Macan Putih, sekaligus menyiapkan langkah konservatif agar keberadaan situs ini tetap terjaga,\u201d ujar Yayan.<\/p>\n<p>Hasil ekskavasi nanti, lanjut Yayan, akan disusun menjadi naskah akademik dan kajian budaya lengkap. Ekskavasi terakhir situs ini dilakukan pada 2015 dan belum pernah dilanjutkan.<\/p>\n<p>\u201cOutput akhirnya berupa rekomendasi para ahli cagar budaya, termasuk arahan pembatasan kawasan hingga kemungkinan pemugaran situs. Jika tidak segera ditangani, peninggalan sejarah ini akan terus berkurang. Karena itu, Pemkab berencana memulai kembali kajian penyelamatan ini,\u201d tegas Yayan.<\/p>\n<p>\ud83d\udcdd Ekskavasi Awal Temukan Pondasi Hingga Artefak Abad ke-17<br \/>\nSebelumnya, tim arkeolog UGM pimpinan Dr. Sri Margana pada 2015 menemukan sejumlah struktur arkeologis di 13 titik penggalian. Temuan tersebut meliputi pondasi bangunan, tembok keliling istana, serta artefak peninggalan abad ke-17 berupa gerabah, pecahan keramik, dan tulang.<\/p>\n<p>Dr. Sri Margana menilai langkah Pemkab Banyuwangi sangat tepat. Ia menyebut, timnya kini menyiapkan penelitian lanjutan untuk mengidentifikasi situs penting dan menentukan langkah konservasi.<\/p>\n<p>\u201cSelain penelitian lapangan, tim juga akan menelusuri arsip Belanda, toponimi, serta kesaksian masyarakat lokal guna memperkuat data sejarah. Tujuan akhirnya, kami ingin menjadikan Macan Putih sebagai laboratorium sejarah sekaligus destinasi wisata edukatif,\u201d kata Sri Margana. <strong>(UWX)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BENERBARENG.ID &#8211; Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berencana melaksanakan ekskavasi&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":22,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_sitemap_exclude":false,"_sitemap_priority":"","_sitemap_frequency":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[30,31,32,33,34],"class_list":["post-21","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum","tag-arkeolog-ugm","tag-bupati-banyuwangi","tag-ipuk-fiestiandani","tag-pemkab-banyuwangi","tag-situs-macan-putih"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":41,"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21\/revisions\/41"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/benerbareng.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}