Umum

Kemacetan Surabaya Meningkat, Warga Kehilangan 94 Jam per Tahun di Jalan

315
×

Kemacetan Surabaya Meningkat, Warga Kehilangan 94 Jam per Tahun di Jalan

Share this article

BENERBARENG.IDSURABAYA – Kemacetan lalu lintas di Surabaya masih menjadi tantangan serius. Laporan TomTom Traffic Index 2025 mencatat tingkat kemacetan Kota Pahlawan mencapai 43,7 persen, meningkat 0,7 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan capaian tersebut, Surabaya menempati peringkat kelima kota dengan tingkat kemacetan tertinggi di Indonesia.

TomTom menjelaskan bahwa tingkat kemacetan sebesar 43,7 persen menunjukkan pengendara membutuhkan waktu hampir 44 persen lebih lama dibandingkan kondisi lalu lintas yang lancar. Data tersebut dihimpun dari perjalanan kendaraan sepanjang tahun 2025 yang dianalisis menggunakan miliaran kilometer data perjalanan anonim dari berbagai kota di dunia.

Berdasarkan laporan tersebut, rata-rata perjalanan sejauh 10 kilometer di Surabaya membutuhkan waktu 27 menit 54 detik. Meski sedikit lebih cepat delapan detik dibandingkan tahun 2024, waktu tempuh tersebut masih mencerminkan tingginya kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama kota.

Pada jam sibuk, kondisi lalu lintas menjadi jauh lebih padat. Perjalanan sejauh 10 kilometer pada pagi hari rata-rata memerlukan waktu 28 menit 42 detik dengan tingkat kemacetan 47,6 persen. Sementara pada sore hingga petang, waktu tempuh meningkat menjadi 34 menit 17 detik dengan tingkat kemacetan mencapai 75,6 persen. Kecepatan kendaraan saat jam sibuk rata-rata hanya 18,8 kilometer per jam.

Akibat kepadatan tersebut, seorang pengendara diperkirakan kehilangan waktu sekitar 94 jam atau hampir empat hari setiap tahun hanya karena terjebak kemacetan saat jam sibuk. Angka tersebut menggambarkan besarnya dampak kemacetan terhadap produktivitas masyarakat maupun biaya transportasi.

Laporan TomTom juga mencatat 24 Desember 2025 sebagai hari dengan kondisi lalu lintas terburuk di Surabaya. Pada hari itu tingkat kemacetan rata-rata mencapai 82 persen, sedangkan pada pukul 17.00 kemacetan melonjak hingga 178 persen, membuat kendaraan hanya mampu menempuh sekitar 2,7 kilometer dalam waktu 15 menit.

See also  Instruksi Megawati, PDIP Surabaya Salurkan Bantuan Darurat ke Korban Bencana

Secara nasional, Surabaya berada di bawah Bandung, Jakarta, Medan, dan Palembang dalam daftar kota termacet di Indonesia. Bandung menjadi kota dengan tingkat kemacetan tertinggi sebesar 64,1 persen, disusul Jakarta 59,8 persen, Medan 54,2 persen, Palembang 52,7 persen, dan Surabaya 43,7 persen.

Temuan ini menjadi pengingat penting bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat sistem transportasi perkotaan, meningkatkan layanan angkutan umum, mengoptimalkan manajemen lalu lintas berbasis teknologi, serta mempercepat pembangunan infrastruktur yang mampu mengurangi kepadatan kendaraan di jalan raya. Sementara bagi masyarakat, penggunaan transportasi umum, berbagi kendaraan, maupun pengaturan waktu perjalanan dapat menjadi langkah sederhana untuk membantu mengurangi beban kemacetan di Kota Surabaya. (VZK)