BENERBARENG.ID – SURABAYA, 10 AGUSTUS 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan tertinggi dari Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), Dwija Praja Nugraha.
Penghargaan tersebut diserahkan secara khusus oleh Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd. dalam audiensi bersama Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (8/8).
Sebagaimana diketahui, Dwija Praja Nugraha merupakan penghargaan tertinggi dari Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI).
Penghargaan ini dianugerahkan kepada kepala daerah, baik gubernur, bupati, maupun wali kota, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen, kepedulian, dan dedikasi dalam memajukan sektor pendidikan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menjamin kesejahteraan guru.
Gubernur Khofifah menyampaikan penghargaan tertinggi dari PB PGRI tersebut menjadi pemacu semangat Pemprov Jatim, khususnya Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, untuk terus mewujudkan pendidikan yang lebih berkualitas dan merata bagi seluruh masyarakat Jawa Timur.
“Syukur Alhamdulilah, terima kasih kepada Pengurus Besar PGRI atas penghargaan yang diberikan, dan penghargaan ini adalah apresiasi sekaligus pelecut semangat dan komitmen Pemprov Jatim untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata,” kata Gubernur Khofifah.
Ia mengatakan, Penghargaan ini merupakan akumulasi dari prestasi sektor pendidikan di Jawa Timur. Mulai murid, wali murid, guru, kepala sekolah, sampai institusi dinas pendidikan Provinsi Jawa Timur.
Menurut Khofifah, pendidikan yang layak dan berkualitas merupakan modal utama untuk mencetak sumber daya manusia yang andal, meningkatkan taraf hidup, dan memutus mata rantai kemiskinan.
“Pendidikan adalah kunci untuk mencetak sumber daya manusia berkualitas dan generasi emas, meningkatkan taraf hidup dan memutus mata rantai kemiskinan, semua dari pendidikan,” tegasnya.
Upaya konkret telah dilakukan Pemprov Jatim untuk mewujudkan pendidikan berkualitas dan merata. Hal itu dibuktikan dengan capaian Jawa Timur sebagai provinsi dengan jumlah murid terbanyak yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) secara nasional selama tujuh tahun berturut-turut, baik melalui jalur tanpa tes (SNBP) maupun jalur tes (SNBT), sejak 2019 hingga 2026.
“Jawa Timur juga menjadi provinsi yang berhasil meraih Juara Umum Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah (Dikmen) Tingkat Nasional Tahun 2026 keempat kalinya secara berturut-turut, sekaligus mengukuhkan Jawa Timur sebagai barometer pendidikan vokasi nasional,” imbuhnya.
Selain itu, Jawa Timur juga mencatatkan prestasi nasional dengan meraih 45.839 medali sebagaimana terdata dalam Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT) Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) per 12 Mei 2026.
Raihan prestasi tersebut berasal dari berbagai ajang kompetisi yang diikuti pelajar dari seluruh jenjang pendidikan, mulai SD, SMP, SMA, SMK hingga pendidikan khusus (Diksus), dalam berbagai bidang, mulai seni dan budaya, riset dan inovasi, hingga olahraga.
“Capaian-capaian ini menjadi bukti nyata kualitas unggul pendidikan Jatim serta ekosistem pendidikan yang tumbuh sehat, kolaboratif, kompetitif, dan berkarakter,” sebutnya.
Sementara itu, upaya untuk memberikan pendidikan yang merata juga terus dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Di antaranya melalui Program Beasiswa Pendidikan bagi siswa dan mahasiswa Jawa Timur Tahun 2026 dengan total kuota lebih dari 143 ribu penerima.
Program tersebut terdiri atas 81.131 kuota beasiswa dan potongan biaya pendidikan bagi calon murid SMA/SMK swasta serta 62.000 kuota beasiswa dan keringanan biaya pendidikan bagi calon mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Jawa Timur.
“Karena pendidikan berkualitas adalah hak bagi seluruh masyarakat, semua berhak mendapatkan akses yang sama,” terangnya.
Tidak berhenti di situ, Gubernur Khofifah saat ini juga tengah berupaya menyelesaikan persoalan terkait Tunjangan Profesi Guru (TPG). Ia berharap prosesnya dapat berjalan lancar sehingga para guru bisa mendapatkan kesejahteraan yang lebih layak.
Baginya, kesejahteraan, penghargaan, dan penghormatan kepada guru akan berpengaruh terhadap kualitas pendidikan dan proses transfer ilmu yang dilakukan guru kepada siswanya.
“TPG ini menjadi tugas kita bersama antara pemerintah pusat dan daerah. Dengan harapan segera kita mencarikan solusi terbaik agar bisa diberikan kepada guru-guru,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Prof. Unifah Rosyidi menyampaikan Gubernur Khofifah telah memenuhi kriteria yang ketat untuk mendapatkan anugerah tertinggi dari PB PGRI. Berbagai keberhasilan pendidikan di Jawa Timur menjadi salah satu bukti upaya konkret yang dilakukan Gubernur Khofifah.
“Dwija Praja Nugraha itu adalah penghargaan tertinggi kami kepada Gubernur, Bupati, Walikota. Dan dalam hal ini Gubernur biasanya itu sangat-sangat sedikit karena kriterianya yang sangat berat,” kata Prof. Unifah.
Menurutnya, Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah mampu menunjukkan dukungan anggaran dan kebijakan nyata untuk memajukan pendidikan.
Kerja sama yang baik antara pemerintah daerah dan organisasi guru, serta dunia usaha dan dunia kerja juga mampu diwujudkan. Termasuk keberpihakan pemerintah kepada guru yang terus diupayakan Gubernur Khofifah.
“Kami menganggap bahwa Jawa Timur dipimpin Ibu Khofifah punya komitmen yang sangat kuat, kami sendiri tadi mendengarkan bagaimana beliau berusaha keras untuk mewujudkan itu semua dan melihat bahwa guru adalah salah satu pilar yang sangat penting untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu,” jelasnya.
Prof. Unifah juga menyampaikan bahwa Jawa Timur terpilih dalam Go Public! Fund Education oleh Education International untuk mengampanyekan agar pemerintah di berbagai negara memperkuat investasi dan pendanaan pada sistem pendidikan publik guna mewujudkan pendidikan yang bermutu.
Pemilihan Jawa Timur oleh Education International dalam Go Public Fund Education bukan tanpa sebab. Berbagai capaian dan kebijakan Gubernur Khofifah di bidang pendidikan di Jawa Timur dipotret oleh Education International dari berbagai media dan tools.
“Di dunia internasional ibu Khofifah sudah sangat dikenal,” ungkapnya.
Hadir dalam pertemuan ini Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd., Ketua PGRI Provinsi Jawa Timur Dr. H. Djoko Adi Walujo, ST., M.M., DBA, beserta jajaran, serta Rektor UNIPA Surabaya Dr. Untung Lasiyono, S.E., M.Si.
Sementara itu, Gubernur Khofifah didampingi Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jatim, serta Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah yang juga Plt. Kepala Badan Riset Daerah Prov. Jatim. (VAC)
Gubernur Khofifah Terima Penghargaan Tertinggi Dwija Praja Nugraha dari PB PGRI, Buah Komitmen Wujudkan Pendidikan Jatim Berkualitas dan Merata



